Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

OJK Catat Kredit Perbankan Tembus Rp 8.162 Triliun, Pembiayaan Investasi Mendominasi

Nofilawati Anisa • Minggu, 9 November 2025 | 17:01 WIB

 

SIAPKAN: Karyawan BNI sedang menata lembaran rupiah seratus ribuan.
SIAPKAN: Karyawan BNI sedang menata lembaran rupiah seratus ribuan.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kinerja intermediasi perbankan meningkat dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas di level yang memadai.

Pada September 2025, kredit tumbuh 7,70 persen yoy (Agustus 2025 tumbuh 7,56 persen) menjadi sebesar Rp 8.162,8 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 15,18 persen.

Diikuti oleh Kredit Konsumsi tumbuh 7,42 persen, sementara Kredit Modal Kerja tumbuh 3,37 persen yoy.

"Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 11,53 persen, sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 0,23 persen," kata Dian dalam keterangan resminya dikutip, Sabtu (8/11).

Jika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit ke beberapa sektor tercatat tumbuh tinggi secara tahunan mencapai double digit.

Sektor pertambangan dan penggalian tercatat tumbuh 19,15 persen dan sektor pengangkutan dan pergudangan tumbuh 19,32 persen.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 11,81 persen yoy menjadi Rp9.695,4 triliun.

Penurunan BI Rate juga diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan.

Dia mengungkapkan, jika dibandingkan tahun sebelumnya, rerata suku bunga kredit rupiah tercatat turun 50 bps untuk Kredit Investasi dan turun 41 bps untuk Kredit Modal Kerja.

Sedangkan dari sisi penghimpunan dana, suku bunga tertimbang DPK rupiah juga terpantau menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 11 bps pada September 2025 yang didorong oleh penurunan suku bunga deposito rupiah. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kredit #Dian Ediana Rae #otoritas jasa keuangan #radar surabaya bisnis #profil risiko #perbankan #pembiayaan #investasi