RADAR SURABAYA BISNIS - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) adalah salah satu bank himbara (himpunan bank negara) yang mendapat kucuran dana sisa anggaran lebih (SAL).
Dari Rp 200 triliun SAL yang dikucurkan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa, BTN mendapatkan pos Rp 25 triliun.
Nixon memastikan, penyaluran penempatan dana pemerintah atau penempatan uang negara (PUN) dari dana SAL yang ada di Bank Indonesia (BI) tersebut sesuai dengan pipeline kredit yang tersedia di BTN yang siap disalurkan sesuai dengan jadwalnya.
BTN mencatat, penyaluran dana sebesar Rp 23,28 triliun per 31 Oktober 2025 tersebut tersebar ke berbagai sektor strategis.
Terutama sektor perumahan, baik kepada pengembang (developer) maupun kepada konsumen akhir sebagai KPR.
Nixon menjelaskan, debitur korporasi BTN mayoritas terkait dengan sektor perumahan, yaitu para developer, perusahaan properti dan kontraktor, serta sektor-sektor lainnya di sekitar sektor perumahan, yaitu kesehatan, pendidikan, perdagangan dan manufaktur, hingga pemerintahan.
“Pertumbuhan di segmen korporasi ini belakangan meningkat seiring dengan upaya BTN menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem perumahan nasional,” kata dia.
Dengan pencapaian tersebut, catat perseroan, penyaluran penempatan dana pemerintah ini lebih cepat dari yang dijadwalkan secara resmi oleh Kementerian Keuangan yaitu hingga Desember 2025.
Dalam skema pemerintah, BTN mendapatkan Rp 25 triliun dari total Rp 200 triliun yang dipindahkan Kementerian Keuangan dari Bank Indonesia ke empat bank anggota Himbara serta Bank Syariah Indonesia (BSI). (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa