Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Biaya Hidup Terus Melonjak, Dibutuhkan Proteksi untuk Antisipasi Inflasi

Nofilawati Anisa • Sabtu, 8 November 2025 | 03:48 WIB

 

BERBAGI: Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama (tengah) di acara talkshow media di Surabaya, Jumat (7/11/2025).
BERBAGI: Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama (tengah) di acara talkshow media di Surabaya, Jumat (7/11/2025).

RADAR SURABAYA BISNIS - Di tengah meningkatnya biaya hidup dan tekanan inflasi, kebutuhan terhadap perencanaan finansial jangka panjang menjadi semakin mendesak.

Meski berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, rata-rata inflasi nasional dalam lima tahun terakhir relatif stabil di kisaran 1,5-3,5 persen, kenyataannya biaya hidup meningkat lebih cepat.

Misalnya, kenaikan biaya pendidikan sebesar 10-15 persen per tahun, hingga harga properti yang melonjak 8,6 persen hanya dalam empat tahun terakhir (dari 102,11 persen pada 2021 menjadi 110,9 persen di 2025).

Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya pengeluaran keluarga di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur.

Surabaya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur, termasuk salah satu kota dengan biaya hidup yang sangat tinggi di Indonesia.

Data BPS Provinsi Jawa Timur mencatat rata-rata pengeluaran per kapita mencapai Rp 1,3 juta per bulan pada tahun 2024.

Angka tersebut meningkat sekitar 38 persen dari tahun 2017 yang sebelumnya hanya Rp 938 ribu per bulan.

Khusus Kota Surabaya, pengeluaran rumah tangga per kapita tahun 2024 mencapai Rp 2,6 juta per bulan, meningkat 36 persen dari tahun 2017 yang sebelumnya sebesar Rp 1,9 juta.

Fakta ini menegaskan bahwa tanpa strategi finansial yang kuat, nilai warisan yang disiapkan hari ini berpotensi kehilangan daya belinya di masa depan.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan, pihaknya berkomitmen menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan jangka panjang keluarga Indonesia.

“PRUHeritage Syariah Essential Plan kami hadirkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan finansial keluarga sekaligus membantu menyiapkan warisan yang bernilai dan penuh keberkahan bagi generasi penerus,” kata Vivin di talkshow media di Surabaya, Jumat (7/11/2025).

Ia menjelaskan, di tengah kenaikan biaya hidup dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, masyarakat membutuhkan perlindungan yang tidak hanya berlaku seumur hidup, tetapi memiliki nilai yang bertambah untuk dapat mengimbangi dampak inflasi.

“Kami menawarkan solusi dengan kontribusi tetap, dilengkapi booster proteksi sehingga santunan asuransi dapat meningkat hingga 150 persen, agar keluarga lebih tenang dalam menghadapi masa depan dan memastikan warisan yang ditinggalkan tetap bermanfaat,” jelasnya.

Head of Product Management Prudential Syariah, Ika Meynita, menambahkan, lebih dari sekadar proteksi finansial, PRUHeritage Syariah Essential Plan hadir untuk menjawab kebutuhan keluarga.

Produk ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk berbuat kebaikan melalui fitur wakaf, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

Hal ini merupakan fitur opsional yang dapat dipilih oleh pemegang polis jika ingin menggunakan santunan asuransi untuk lembaga wakaf yang memiliki perjanjian kerja sama dengan pengelola,” katanya.

Jumlah maksimum manfaat asuransi yang dapat diwakafkan adalah 45 persen dari total manfaat meninggal dunia (termasuk booster proteksi).

“Dengan semangat tolong-menolong yang menjadi inti dari prinsip syariah, kami berharap PRUHeritage Syariah Essential Plan menjadi kado untuk nanti bagi keluarga, bukan hanya untuk keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga sebagai warisan keberkahan bagi sesame,” pungkasnya. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#bps #warisan #asuransi #jawa timur #biaya hidup #radar surabaya bisnis #inflasi #properti #proteksi #wakaf #surabaya #prudential syariah