RADAR SURABAYA BISNIS - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah merealisasikan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 167,6 triliun per 22 Oktober 2025.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyalurkan dana 100 persen, dan mereka telah mengajukan tambahan injeksi dana.
“Perbankan mengklaim sudah menyalurkan paling tidak 84 persen. Per tanggal 22 Oktober, ini sudah Rp 167,6 triliun. Mandiri dan BRI kencang juga, sudah langsung 100 persen. Mereka sudah minta lagi,” kata Febrio dalam “Economic Outlook: Tahun 2026, Tahun Ekspansi” di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Menurut Febrio, injeksi dana pemerintah berperan dalam menurunkan cost of fund perbankan berkat bunga yang lebih rendah, sehingga mendorong bank untuk menyalurkan kredit dengan cepat.
“Dengan bunga 3,8 persen, langsung mengalahkan banyak sekali special rate, sehingga perbankan, khususnya bank yang performa kreditnya bagus, itu punya ruang lebih banyak. Jadi tidak heran kalau Bank Mandiri dan BRI bisa langsung menyalurkan,” jelas Febrio.
Secara rinci, dana Rp 200 triliun yang ditempatkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rp 55 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Rp 55 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Rp 55 triliun, PT Bank Tabungan Negara Tbk Rp 25 triliun, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Rp 10 triliun.
Selain BRI dan Mandiri, kata dia, realisasi kredit oleh tiga bank lainnya masih dalam progres.
Realisasi penyaluran kredit dari dana pemerintah oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tercatat sebesar Rp 37,4 triliun atau 68 persen dari total injeksi dana Rp 55 triliun.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyalurkan Rp 10,3 triliun atau 41 persen dari total Rp 25 triliun. Sementara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terealisasi Rp 9,9 triliun atau 99 persen dari total Rp 10 triliun.
Terkait usulan tambahan dana, Febrio mengatakan bakal mengevaluasi kondisi kas pemerintah sebelum mengambil keputusan.
Kemenkeu bakal terlebih dulu memastikan kebutuhan operasional kas telah terpenuhi, baru menentukan peluang tambahan injeksi dana untuk penyaluran kredit kepada perbankan. “Begitu ada potensi kas yang berlebih dalam waktu tertentu, kami bisa selalu letakkan di perbankan. Jadi, kami akan melakukan dengan manajemen kas yang makin efisien,” ujarnya. (uta/opi)
SAL Rp 200 Triliun Ditempatkan di Himbara:
1.Bank Mandiri realisasi Rp 55 triliun (100 persen)
2. Bank BNI realisasi Rp 37,4 triliun (68 persen)
3. BRI realisasi Rp 55 triliun (100 persen)
4. BTN realisasi Rp 10,3 triliun (41 persen)
5. BSI realisasi 9,9 triliun (99 persen)
Sumber: Kemenkeu
Editor : Nofilawati Anisa