RADAR SURABAYA BISNIS - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) telah menuntaskan pembangunan dua tangki raksasa di Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Pembangunan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan inventori minyak mentah.
Sekaligus mendukung kesiapan operasional unit utama hasil proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan Lawe-Lawe.
Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, menjelaskan, dua tangki tersebut berlokasi di Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
"Tangki ini merupakan tangki terbesar di regional Asia Tenggara. 1 tangki memiliki kapasitas sebesar 1 juta barrel. Dengan pembangunan 2 tangki maka terdapat tambahan kemampuan inventori Kilang Balikpapan sebanyak 2 juta barrel," kata Milla, Kamis (9/10).
Tangki raksasa tersebut memiliki diameter 110 meter dengan luas alas yang melebihi lapangan sepak bola dan hampir setara dengan 47 lapangan padel standar.
Plat yang digunakan memiliki ketebalan 43 mm dengan total panjang pengelasan mencapai 20 km untuk satu tangki.
Keberadaan tangki ini berada di Terminal Lawe-Lawe yang memiliki fungsi vital sebagai tempat penyimpanan bahan baku minyak mentah sebelum dikirim ke Kilang Balikpapan untuk diproses.
"Di terminal ini terdapat tangki-tangki penyimpanan bahan baku minyak mentah sebelum dikirimkan ke Kilang Balikpapan untuk diolah," jelas Milla.
Untuk mendukung pengoperasian Terminal Lawe-Lawe, KPI juga mengaktifkan sistem dermaga terapung Single Point Mooring (SPM) yang menjadi jalur masuk minyak mentah.
Dalam proyek RDMP Balikpapan Lawe-Lawe, telah dipasang satu unit SPM baru yang mampu menampung kapal tanker hingga 320.000 DWT.
"Pengoperasian SPM baru ini akan meningkatkan fleksibilitas pengiriman minyak mentah, karena sebelumnya Kilang Balikpapan juga telah mengoperasikan SPM dengan kapasitas 150.000 DWT," kata Milla.
SPM tersebut terhubung ke Terminal Lawe-Lawe melalui pipa berdiameter 52 inci sepanjang sekitar 20,2 km, dengan 13,9 km di antaranya berada di laut dan sisanya di darat.
Sementara itu, untuk penyaluran minyak mentah dari Terminal Lawe-Lawe ke Kilang Balikpapan, proyek RDMP Balikpapan Lawe-Lawe juga telah menyelesaikan pembangunan pipa berukuran 20 inci sepanjang 18,9 km, dengan 14,4 km di darat dan sisanya melintasi Teluk Balikpapan.
Pembangunan tangki di Lawe-Lawe dimulai sejak Oktober 2019.
Milla menambahkan, dengan kemajuan proyek RDMP Balikpapan yang signifikan, pengisian perdana minyak mentah di tangki baru dijadwalkan pada awal November 2025.
"Seluruh proyek yang dilaksanakan di Lawe-Lawe juga memberikan dampak pada pemakaian produk-produk dalam negeri. Tercatat angka TKDN proyek Lawe-Lawe periode sampai Desember 2024 di angka 40,49 persen," kata Milla.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan komitmen Pertamina dalam memperkuat kapasitas pengolahan kilang demi memenuhi kebutuhan BBM nasional dan mencapai kemandirian energi.
Tangki besar di Terminal Lawe-Lawe menjadi kekuatan baru untuk mendukung kebutuhan Kilang Balikpapan yang produksinya akan meningkat seiring dengan rampungnya proyek RDMP pada akhir 2025.
"Kilang-kilang Pertamina telah memenuhi 70 persen kebutuhan BBM dalam negeri. Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, didukung tangki raksasa Lawe-Lawe, akan meningkatkan kekuatan Pertamina untuk memasok BBM secara nasional," ujar Fadjar. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa