Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

23 Perusahaan Sudah IPO, BEI Fokus Kualitas IPO di Sisa 2025

Nofilawati Anisa • Selasa, 7 Oktober 2025 | 03:16 WIB

 

MELENGGANG: Suasana kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.
MELENGGANG: Suasana kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan perusahaan dalam antrean (pipeline) memiliki kualitas yang baik, sebelum melangsungkan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) di sisa 2025.

Hingga 26 September 2025, terdapat 23 perusahaan yang telah melangsungkan IPO di BEI dengan dana dihimpun Rp 15,05 triliun, dari target awal 66 perusahaan IPO sepanjang tahun ini. Masih ada 43 perusahaan yang ditunggu IPO-nya.

"Mempertimbangkan timeline untuk perusahaan dapat melakukan pencatatan saham di sisa tahun 2025, kualitas akan menjadi fokus utama guna memastikan perusahaan yang telah berada dalam pipeline memiliki kualitas yang baik," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Dari sisi kualitas, Nyoman mengatakan BEI menerapkan evaluasi ketat yang tidak hanya berfokus terhadap aspek formal, namun juga mencakup keberlangsungan usaha, kualitas tata kelola, serta kompetensi manajemen dari calon perusahaan tercatat.

Selain itu, lanjutnya, BEI tengah menyusun kajian strategis IPO bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memahami peluang dan tantangan, sekaligus memperkuat regulasi serta infrastruktur pasar modal.

"Dengan langkah itu, BEI optimis dapat menghadirkan perusahaan tercatat yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan pasar modal serta perekonomian nasional," ujar Nyoman.

Dalam pengembangan ke depan, Nyoman memastikan BEI secara konsisten menyelenggarakan program edukasi dan pendampingan bagi calon emiten, mulai dari go public workshop, coaching clinic, one-on-one meeting, hingga networking event.

"Inisiatif ini bertujuan mempercepat transformasi perusahaan menuju status perusahaan terbuka, sekaligus memperluas akses terhadap ekosistem pasar modal," ujar Nyoman.

Ia melanjutkan BEI juga memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga (K/L), asosiasi pengusaha, perbankan, serta mitra strategis lainnya.

"Selain IPO saham, edukasi turut mencakup instrumen pendanaan lain seperti obligasi, sukuk, dan efek beragun aset untuk memperkaya alternatif pembiayaan serta diversifikasi investasi," ujar Nyoman.

Per 26 September, BEI melaporkan terdapat 11 perusahaan berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia.

Dari 11 perusahaan itu, sebanyak empat perusahaan beraset skala besar di atas Rp 250 miliar dan sebanyak tujuh perusahaan beraset skala menengah antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#perusahaan #evaluasi #ipo #pipeline #I Gede Nyoman Yetna #bei #pencatatan saham perdana