Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Asuransi, IFG Pacu Kinerja Melalui Inovasi, Kolaborasi dan Digitalisasi

Moh. Afik • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 05:37 WIB
Photo
Photo

RADAR SURABAYA BISNIS - Meskipun pertumbuhan ekonomi melambat dan penuh tantangan (challenging), namun industri asuransi jiwa dan asuransi umum menunjukan trend bertumbuh.

Hal ini mencerminkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya berasuransi bagi kesehatan keluarga, keberlanjutan usaha dan perencanaan finansia kedepan.

Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), hingga semester I/2025, kinerja perusahaan asuransi jiwa mencatat pertumbuhan 3,6 persen (YoY) dengan nilai premi sebesar Rp 109 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pada premi lanjutan sebesar 6,1 persen.

Premi dari produk asuransi jiwa tradisional meningkat 6,5 persen, sementara premi unit-linked mengalami penurunan.

Jumlah total polis di industri asuransi jiwa meningkat signifikan sebesar 16,5 persen.

Sedangkan untuk umum mengalami pertumbuhan yang solid 5,8 persen dengan total nilai premi sebesar Rp 58,5 triliun.

Pertumbuhan ini didukung oleh lini asuransi properti dan kredit, yang mengalami peningkatan pendapatan.

Sebab itu, pelaku industri asuransi semakin optimis memacu kinerjanya kedepan.

Salah satunya adalah Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi yang berada di bawah naungan Danantara Indonesia.

Menurut Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S Adji, untuk memacu kinerjanya kedepan, pihaknya akan terus meningkatkan literasi dan inklusi asuransi di Indonesia.

Memberikan edukasi yang menyasar keluarga muda, UMKM, individu generasi muda, pemerintah dan segmen syariah.

“Strategi utama IFG bersifat holistik dan terintegrasi, berfokus pada tiga pilar utama yaitu edukasi yang memberdayakan, inovasi produk yang terjangkau dan mudah di akses, serta kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Denny, Jumat (3/10).

Pada pilar edukasi, IFG dan anggota holding hadir secara langsung di masyarakat untuk membangun literasi.

Hal ini untuk membangun kepercayaan publik. Tidak hanya memberi teori tetapi simulasi praktis dan mudah dipahami.

Misalnya, bagaimana asuransi untuk UMKM dapat melindungi warung mereka dari musibah, atau bagaimana asuransi jiwa dapat melindungi masa depan dan finansial keluarga melalui manfaat santunan saat terjadi risiko meninggal dunia.

Lakukan Inovasi dan Kolaborasi
Untuk itu, IFG terus melakukan inovasi produk dengan premi yang terjangkau sehingga masyarakat semakin tertarik pada asuransi.

Misalnya produk LifeSAVER dari IFG Life yang memberikan perlindungan terhadap cedera akibat kecelakaan, baik ringan maupun berat.

Pemegang polis bisa merasakan manfaatnya melalui berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit, klinik, dan apotek dengan premi mulai Rp 25.000 per bulan.

“Juga ada IFG Life Protection Platinum yang merupakan asuransi jiwa PAYDI dan Life Cover yang dikenal karena kemudahannya serta premi yang terjangkau,” ujarnya.

Selain itu, Jasa Raharja juga menghadirkan Jasa Raharja Road Safety Innovation untuk mendorong inovasi keselamatan lalu lintas.

Jasa Raharja juga membentuk Road Safety Ranger Z, komunitas generasi muda yang menjadi agen perubahan dalam menyebarkan kesadaran keselamatan berkendara melalui edukasi, kampanye kreatif, dan aksi nyata di lapangan.

“Produk dan program inovatif tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan perlindungan, tetapi juga mendukung tercapainya tujuan keuangan jangka panjang serta memastikan keamanan finansial,” ungkapnya.

IFG juga terus melakukan kolaborasi. Pihaknya bermitra dengan banyak stakeholder mulai dari regulator, perusahaan, universitas dan komunitas lainnya untuk menyampaikan edukasi dan pemahaman akan produk asuransi melalui berbagai kanal informasi untuk menjangkau publik.

Dengan kolaborasi ini, IFG dan anggota holding fokus pada pengembangan produk inklusif yang sederhana dan terjangkau.

Produk-produk ini disesuaikan dengan daya beli serta kebutuhan masyarakat, memastikan bahwa perlindungan finansial dapat diakses secara luas dan mudah.

“IFG aktif menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor swasta, BUMN lain, dan pemerintah daerah, untuk memperluas jangkauan asuransi dan meningkatkan inklusi keuangan,” ujarnya.

Adaptif Terhadap Perkembangan Teknologi Digital
Terhadap perkembangan teknologi, IFG juga selalu adaptif. Terbukti, saat ini IFG juga menggunakan pendekatan digital untuk peningkatan aksesibilitas terhadap berbagai produk serta memperluas jangkauan melalui aplikasi One by IFG.

Aplikasi SuperApps ini mengintegrasikan berbagai produk dan layanan finansial dari anggota holding IFG, baik asuransi jiwa, asuransi umum, investasi, dan akses layanan kesehatan digital bahkan hingga konsultasi secara daring dengan dokter.

Melalui One by IFG, masyarakat dapat dengan mudah mengakses, membeli, dan mengelola produk asuransi dan investasi.

Kemudahan akses digital ini menghilangkan hambatan geografis dan waktu serta menjadikan asuransi lebih dekat dengan masyarakat.

“Digitalisasi bukan hanya tentang kemudahan, tapi tentang menciptakan pengalaman yang manusiawi dan personal bagi segmen yang sebelumnya tidak terjangkau,” ungkapnya.

Pendekatan digital melalui One by IFG, menjadi cara jitu untuk menjangkau nasabah untuk perorangan karena memungkinkan akses yang lebih mudah dan fleksibel terhadap produk asuransi.

Upaya ini juga sebagai cara mengatasi keterbatasan literasi asuransi dan menjembatani kesenjangan akses, menjadikan asuransi lebih mudah dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat, di manapun dan kapanpun.

“IFG melihat peran teknologi dan digitalisasi sebagai kunci utama dalam memperluas akses asuransi, terutama bagi masyarakat yang belum terlayani. Sehingga masyarakat memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan asuransi,” ujar Denny.

Kinerja Bertumbuh Ditengah Kondisi yang Menantang
Dengan berbagai strategi serta terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi asuransi, IFG dan Perusahaan asuransi anggota mencatat kinerja yang menggembirakan ditengah kondisi ekonomi yang semakin menantang.

Misalnya, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mencatat kinerja impresif hingga Juli 2025 dengan peningkatan pendapatan premi sebesar 30,34 persen menjadi Rp 2,64 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,03 triliun.

Pertumbuhan ini disertai perbaikan kualitas portofolio yang tercermin dari penurunan klaim bruto sebesar 22,10 persen menjadi Rp 849,94 miliar dari sebelumnya Rp 1,09 triliun.

Dari sisi profitabilitas, Jasindo membukukan hasil underwriting Rp 260,61 miliar atau tumbuh 23,35 persen dibandingkan Rp 211,27 miliar di Juli 2024.

Hasil investasi meningkat 6,55 persen menjadi Rp157,92 miliar.

Hal ini membuat laba perusahaan melonjak 57,83 persen menjadi Rp 112,91 miliar dari
Rp71,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal yang sama juga dialami PT Jasa Raharja. Hingga 30 Juni 2025, Jasa Raharja mencatatkan pertumbuhan signifikan pada pendapatan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dan laba bersih, sekaligus menunjukkan capaian berupa respons cepat dalam penanganan insiden kecelakaan.

Hingga pertengahan tahun 2025, pendapatan SWDKLLJ Jasa Raharja tumbuh 29,51 persen (YoY).

Laba bersih Jasa Raharja juga melonjak drastis 67,37 persen (YoY) dengan nilai sebesar Rp 992,34 miliar.

Angka ini merefleksikan pengelolaan keuangan yang sangat prudent dan efisien, serta keberhasilan dalam optimalisasi sumber daya perusahaan.

Sementara itu, PT Jaminan Kredit Indonesia (PT Jamkrindo) juga mencatat kinerja yang semakin moncer melalui penjaminan kredit usaha rakyat (KUR).

Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, Jamkrindo telah mencatatkan volume penjaminan KUR sebesar Rp 100 triliun yang menjangkau 2,79 juta pelaku UMKM dan menyerap tenaga kerja sebanyak 7,9 juta orang.

“Selama ini UMKM menghadapi beberapa masalah klasik, antara lain akses modal, terutama yang dinilai belum bankable; pemasaran, dan manajemen usaha. Jamkrindo memiliki peran menjembatani UMKM layak (feasible) untuk memperoleh akses pembiayaan sehingga UMKM bisa mengembangkan usahanya,” tutup Denny. (fix)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#asuransi penjaminan #IFG #Danantara #One by IFG #Indonesia Financial Group #investasi