Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pendapatan Negara Sudah Capai Rp 159,18 Triliun

Mus Purmadani • Kamis, 2 Oktober 2025 | 22:46 WIB
Dudung Rudi Hendratna
Dudung Rudi Hendratna

"Penerimaan perpajakan terdiri dari Penerimaan Pajak pada Ditjen Pajak sebesar Rp 64,74 triliun atau 50,39 persen dari target Rp 153,44 triliun. Dan penerimaan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp 88,7 triliun 59,59 persen dari target Rp 148,84 triliun.”

Dudung Rudi Hendratna
Kepala Perwakilam Kemenkeu

RADAR SURABAYA BISNIS - Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna mengatakan realisasi pendapatan negara mencapai Rp 159,18 triliun atau 56,31 persen dari target sebesar Rp 282,70 triliun.

Terdiri dari penerimaan perpajakan terealisasi sebesar 55,33 atau Rp 153,43 triliun dari target Rp 277,32 triliun dan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) telah melampiau target dengan capaian 106,87 persen atau Rp 5,75 triliun dari target Rp5,38 triliun.

"Penerimaan perpajakan terdiri dari Penerimaan Pajak pada Ditjen Pajak sebesar Rp 64,74 triliun atau 50,39 persen dari target Rp 153,44 triliun. Dan penerimaan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp 88,7 triliun 59,59 persen dari target Rp 148,84 triliun," ujar Dudung, Rabu (1/10/2025).

Dudung menambahkan realisasi Belanja Negara sampai dengan Agustus sebesar Rp 76,89 triliun atau 60,32 persen dari pagu Belanja Negara di Jawa Timur.

Kinerja Belanja Negara terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp 24,67 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp 52,21 triliun

"Hingga Agustus 2025, Penerimaan Pajak (netto) mencapai Rp 64,74 triliun. Sektor Industri Pengolahan menjadi sektor usaha dengan penerimaan pajak terbesar sebesar Rp 41,25 triliun atau 56,5 persen dari Penerimaan Pajak (bruto) sebesar Rp3,07 triliun," paparnya.

Lebih lanjut Dudung menambahkan penerimaan Kepabeanan dan Cukai hingga Agustus mencapai Rp 88,69 triliun 59,59 persen dari target APBN, tumbuh 3,6 persen (yoy).

Kemudian penerimaan Cukai sebesar Rp 84,42 triliun (59,30 persen dari target APBN), tumbuh 4,03 persen (yoy) dipengaruhi antara lain oleh kebijakan penundaan pelunasan 90 hari yang tidak diterapkan tahun ini.

"Penerimaan Bea Masuk sebesar Rp 3,88 triliun atau 61,15 persen dari target APBN dipengaruhi kebijakan ketahanan pangan domestik sejalan dengan upaya swasembada pangan dan peningkatan utilisasi Free Trade Agreement. Kemudian Penerimaan Bea Keluar sebesar Rp 390 miliar atau 332,09 persen dari target APBN, tumbuh 420,3 persen (yoy) didorong kenaikan harga CPO, " terangnya. (mus/opi)

Penerimaan Negara hingga Agustus 2025:

*Pendapatan Rp 159,18 triliun (56,31 persen dari target)
*Target pendapatan 2025 Rp 282,70 triliun

* Terdiri dari:
1. Perpajakan Rp 153,43 triliun (55,33 persen dari target)
2. PNBP Rp 5,75 triliun (106,87 persen dari target)

*Penerimaan perpajakan terdiri dari:
1. Ditjen Pajak Rp 64,74 triliun (50,39 persen dari target )
2. Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai Rp 88,7 triliun (59,59 persen dari target)

*Realisasi Belanja Negara:
1. Sebesar Rp 76,89 triliun (60,32 persen dari pagu)
2. Belanja K/Lembaga Rp 24,67 triliun
3. Transfer Ke Daerah (TKD) Rp 52,21 triliun

Sumber: Diolah

 

Editor : Nofilawati Anisa
#jawa timur #Dudung Rudi Hendratna #pendapatan #pajak #relisasi #penerimaan #kementerian keuangan