Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dibalik Skenario Vanguard dan Kebijakan Pemerintah, Saham DADA Bisa Terbang Menuju Rp 230.000

Nofilawati Anisa • Jumat, 26 September 2025 | 03:02 WIB
Photo
Photo

RADAR SURABAYA BISNIS - Rumor besar kini menggema di pasar modal Indonesia. Disebut-sebut, The Vanguard Group, manajer investasi raksasa asal Amerika Serikat yang mengelola dana nomor dua terbesar di dunia—senilai 50 kali APBN Indonesia—sedang membidik saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA).

Namun Vanguard tidak bergerak langsung. Mereka dikenal piawai menggunakan “proxy” atau mitra regionalnya.

Kali ini, dua raksasa properti asal Jepang diduga menjadi pintu masuk Vanguard untuk menanamkan modal raksasanya ke Indonesia.

“RUPS strategis diarahkan untuk melepas DADA dari status FCA. Setelah terlepas dari status FCA, saham DADA akan semakin ramai diperdagangkan. Ini akan menjadi katalis positif bagi para pelaku pasar saham,” ujar Rendy Yefta, seorang analis pasar modal dalam keterangannya kepada wartawan.

Sosoknya memang kerap memberikan pandangan dan analisis mengenai pasar modal, termasuk saham-saham tertentu, untuk para investor di Indonesia

Ia mengungkapkan, memang dari beberapa sumber Vanguard bukan sekadar investor biasa.

Mereka memiliki tim analis global yang terbukti berulang kali mampu membaca arah kebijakan ekonomi suatu negara.

Dengan “radar”-nya yang canggih, Vanguard melihat peluang besar di Indonesia.

Kenapa? Karena pemerintahan baru segera meluncurkan kebijakan radikal, Rp 200 triliun dana yang sebelumnya mengendap di Bank Indonesia kini akan digelontorkan ke sektor riil lewat bank-bank pemerintah.

“Peluang ini tentunya bisa membawa katalis positif bagi saham Dada dan menjadi katalis positif untuk terus mengerek harganya. Karena sektor properti tentu akan semakin tumbuh positif,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, memang kebijakan pemerintah ini tentu memberi likuiditas besar ini otomatis akan mengalir deras ke sektor properti, memicu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi domestik.

Vanguard membaca jelas, inilah momentum emas. Indonesia sedang membuka babak baru, dan saham properti, khususnya DADA, adalah kendaraan yang tepat untuk menunggangi gelombang besar ini.

“Target Vanguard bukan main-main. Rumor menyebut mereka mengincar valuasi hingga USD 100 miliar untuk DADA,” tegasnya.

Dengan jumlah saham beredar 7,4 miliar lembar, maka market cap USD 100 miliar dibagi 7,4 miliar lembar sama cdengan USD 13,5 per lembar.

Jika dikonversi ke rupiah, inilah yang menghasilkan angka mencengangkan yaitu Rp 230.000 per lembar saham DADA.

“Bagi sebagian orang, ini terdengar mustahil. Namun sejarah menunjukkan, Vanguard berkali-kali berhasil membawa saham kecil ke valuasi raksasa,” jelasnya.

Sekadar catatan, dari lantai bursa, harga saham DADA pada perdagangan 25 September 2025 naik sebesar 9,55 persen atau 13 poin menjadi Rp 149 per lembar.

Padahal bebepara bulan sebelumnya harganya masih di bawah Rp 50 lembar.

Namun, perjalanan menuju Rp 230.000 tidak akan mulus. Investor harus siap menghadapi kenaikan ekstrem yang berujung suspend bursa 1–3 kali.

Status FCA yang akan menguji kesabaran investor. Koreksi tajam yang seringkali membuat ritel panik dan menjual terlalu cepat. Padahal, kuncinya sederhana, yaitu sabar.

“Saham ini butuh waktu, ibarat lari marathon, bukan sprint. Yang kuat menahan ujian mental akan jadi pemenang besar di akhir perjalanan,” katanya.

Jika diamati, skenario besar ini sudah mulai berjalan. Pengendali perlahan “dipaksa” melepas saham agar free float semakin besar.

Pembagian dividen mulai dipersiapkan, menarik institusi global.

Langkah-langkah ini tidak acak. Semua bagian dari grand scenario untuk menyiapkan panggung masuknya investor asing kelas dunia.

Saham DADA menuju Rp 230.000 bukan hal mustahil. Dengan kebijakan pemerintah baru yang radikal, aliran dana asing melalui proxy Jepang, dan strategi akumulasi Vanguard, skenario ini bisa menjadi kenyataan.

“Bagi pemegang saham DADA, pesan pentingnya hanya satu, Jangan tergoda menjual hanya karena koreksi kecil. Jangan panik saat suspend. Kesabaran hari ini bisa berubah menjadi kemenangan,” pungkas Rendy Yefta. (nis/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#dada #PT Diamond Citra Propertindo Tbk #radar surabaya bisnis #properti #The Vanguard Group #saham #jepang #amerika serikat #raksasa #modal