Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

OJK Pantau Pergerakan Tabungan di Bawah Rp 100 Juta

Nofilawati Anisa • Jumat, 12 September 2025 | 04:25 WIB
ILUSTRASI: Aktivitas di salah satu industri perbankan nasional.
ILUSTRASI: Aktivitas di salah satu industri perbankan nasional.

RADAR SURABAYA BISNIS - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama otoritas terkait dan pemerintah terus berkoordinasi dan memantau adanya tren penurunan tabungan masyarakat.

Seperti lambatnya pertumbuhan tabungan perseorangan di bawah Rp 100 juta, dan kontraksi pertumbuhan tabungan perseorangan di bawah Rp 1 juta.

“Pertumbuhan tabungan masyarakat utamanya di bawah Rp 100 juta, dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pergerakan pendapatan masyarakat, siklus konsumsi, dampak dari berbagai kebijakan dan bantuan sosial, serta minat investasi masyarakat," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KE PBKN) Dian Ediana Rae, Kamis (11/9/2025).

OJK mencatat pada Juli 2025, tabungan rupiah perseorangan di bawah Rp 100 juta meningkat secara bulanan maupun tahunan.

Masing-masing sebesar 0,67 persen dan 5,54 persen.

Adapun secara bulanan, tabungan rupiah perseorangan di bawah Rp 10 juta masih terkontraksi.

Hal tersebut juga dipengaruhi siklus konsumsi pada Juli 2025 yang merupakan awal tahun ajaran baru.

Dian menegaskan, bank diharapkan terus memperkuat dan menjaga tingkat likuiditasnya.

Bank juga dapat berperan aktif dalam menawarkan berbagai produk DPK dan bentuk investasi yang lebih menarik bagi masyarakat.

"Selain itu, sebagai bentuk perlindungan konsumen bank juga diharapkan ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan dengan menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran serta menekankan pentingnya tabungan untuk mengantisipasi kebutuhan yang mendesak dan untuk berjaga-jaga," ujarnya. (uta/opi)

Kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga dan aktivitas operasional perbankan tetap optimal untuk memberikan layanan keuangan bagi masyarakat. Di Juli, kredit tumbuh 7,03 persen yoy menjadi Rp 8.043,2 triliun.

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi sebesar 12,42 persen. Ddiikuti oleh Kredit Konsumsi 8,11 persen, sedangkan Kredit Modal Kerja tumbuh 3,08 persen yoy. (uta/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#tabungan #Dian Ediana Rae #pergerakan #perseorangan #radar surabaya bisnis #ojk #pendapatan #pertumbuhan