Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bank Jatim Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun Dukung Rencana Ekspansi Strategis

Mus Purmadani • Rabu, 3 September 2025 | 03:57 WIB

 

KOORDINASI: Investor Gathering Bank Jatim di Jakarta, Senin (1/9/2025), dengan agenda Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025).
KOORDINASI: Investor Gathering Bank Jatim di Jakarta, Senin (1/9/2025), dengan agenda Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025).

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi mengumumkan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 senilai maksimal Rp 2 triliun.

Langkah ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I dengan total target penghimpunan dana sebesar Rp 5 triliun.

Plt Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman menyatakan, penerbitan obligasi menjadi langkah strategis Bank Jatim dalam memperkuat struktur pendanaan serta mendukung rencana ekspansi bisnis.

Obligasi ini diterbitkan untuk menjaga likuiditas, memperkuat kapasitas pembiayaan, dan memperluas fungsi intermediasi.

"Dengan modal kerja yang lebih kuat, kami dapat meningkatkan ekspansi kredit ke sektor unggulan dan dapat memberikan yield yang kompetitif bagi perusahaan. Kami ingin memastikan pertumbuhan Bank Jatim berlangsung sehat, terukur, dan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Arif dalam keterangan tertulis, Senin (1/9/2025).

Obligasi bank dengan kode saham BJTM ini ditawarkan dalam dua seri, yaitu Seri A dengan tenor tiga tahun dan Seri B dengan tenor lima tahun.

Pembayaran kupon dilakukan setiap triwulan dengan basis perhitungan 30/360.

Masa penawaran awal akan berlangsung pada 1-15 September 2025 dengan tanggal efektif pada 23 September 2025.

Selanjutnya, masa penawaran umum direncanakan pada 25-26 September 2025, dengan penjatahan pada 29 September 2025.

Obligasi ini diperkirakan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Oktober 2025 mendatang.

Pefindo telah memberikan peringkat idAA- (Double A Minus) dengan outlook stabil untuk obligasi ini.

Peringkat tersebut menunjukkan profil risiko yang rendah serta prospek pertumbuhan Bank Jatim yang terjaga.

Dana yang dihimpun akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung ekspansi penyaluran kredit dan menjaga likuiditas jangka panjang.

Sementara itu, kinerja keuangan Bank Jatim hingga Juni turut mendukung rencana penerbitan obligasi ini. Perseroan membukukan total aset konsolidasi Rp 118,15 triliun.

Total aset konsolidasi mMeningkat 16,71 persen secara year on year (yoy).

Laba bersih konsolidasi juga tumbuh signifikan 30,64 persen dari Rp 621 miliar menjadi Rp 811 miliar.

Kredit yang disalurkan naik 35,27 persen menjadi Rp 78,55 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 13,04 persen (yoy) menjadi Rp 91,6 triliun. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#triwulan #Media Gathering #radar surabaya bisnis #ekspansi #likuiditas #bank jatim #strategis #obligasi #dana pihak ketiga #rencana bisnis