Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Demo Panas di Mana-Mana, Dana Asing Keluar Deras

Nofilawati Anisa • Minggu, 31 Agustus 2025 | 23:19 WIB
Ramdan Denny Prakoso
Ramdan Denny Prakoso

RADAR SURABAYA BISNIS - Aliran modal asing tercatat keluar (capital outflow) dari Indonesia Rp 250 miliar pada pekan terakhir Agustus ini, menyusul aksi demontsrasi di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

Berdasarkan data transaksi yang dihimpun Bank Indonesia (BI), dana tersebut keluar pada periode 25 hingga 28 Agustus atau bertepatan dengan meletusnya aksi demonstrasi di dalam negeri.

“Nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 0,25 triliun, terdiri dari jual neto di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 10,79 triliun, serta beli neto sebesar Rp 2,62 triliun di pasar saham dan Rp 7,93 triliun di pasar SBN,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya, Sabtu (30/8).

Untuk itu, di sepanjang tahun hingga 28 Agustus, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp 48,01 triliun di pasar saham dan Rp 94,28 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp 76,44 triliun di pasar SBN.

Denny menegaskan bahwa BI saat ini terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas lainnya guna mendukung ketahanan ekonomi Indonesia.

Sementara itu, pasar saham mencatatkan arus keluar dana asing yang tak kalah deras pada akhir pekan ini, Jumat (29/8) di tengah eskalasi demonstrasi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pasar saham Indonesia mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing sebesar Rp 1,12 triliun pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (29/8).

Dengan begitu, net sell asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp 50,94 triliun sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025.

Sejumlah saham mencatatkan net sell asing tinggi di pasar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya mencatatkan net sell asing sebesar Rp 1,11 triliun pada perdagangan akhir pekan ini.

Kemudian, saham BMRI mencatatkan net sell asing sebesar Rp 169,32 miliar pada Jumat (29/8/2025).

Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) mencatatkan net sell asing sebesar Rp 142,24 miliar dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan net sell asing sebesar Rp 109,34 miliar.

Seiring dengan dana asing yang keluar deras dari pasar saham Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) pun ambruk.

IHSG telah melemah 1,53 persen ke level 7.830,49 pada perdagangan akhir pekan ini.

Meskipun, IHSG masih di zona hijau, menguat 10,63 persen sepanjang tahun berjalan.

Adapun, jebloknya pasar saham Indonesia terjadi di tengah eskalasi demonstrasi.

Aksi demonstrasi buruh dan masyarakat luas di Jakarta, Kamis (28/8), berlangsung hingga malam hari.

Timbul korban jiwa seorang pengemudi ojek online (ojol) karena dilindas oleh polisi dengan mobil rantis.

Peristiwa ini memicu demo di kota-kota lain sebagai bentuk aksi solidaritas.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su menyebutkan, kinerja jeblok pasar saham Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial-politik Indonesia saat ini.

“Pelemahan ini pastinya dipicu oleh kondisi sosial-politik yang kurang kondusif,” ujar Harry dikutip dari Bisnis Indonesia.

Sementara, di tengah gejolak pasar saham, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyatakan bahwa fundamental pasar modal Indonesia masih solid.

Dia juga menyampaikan bahwa BEI tidak berencana melakukan penyesuaian aturan terkait dengan dinamika pasar ini.

Menurutnya, seluruh aspek pengawasan dan operasional bursa masih berjalan sesuai dengan jalurnya.

Terpenting, kata Jeffrey, investor tetap bersikap rasional dalam mengambil keputusan investasi sehingga gejolak jangka pendek tidak menimbulkan kepanikan. (nis/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#dana asing #radar surabaya bisnis #bank indonesia #SRBI #keluar #demontrasi #Aliran Abstrak #pasar saham