RADAR SURABAYA BISNIS - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, M Noor Nugroho mengatakan jika ketidakpastian perekonomian global masih tinggi.
Hal tersebut sejalan dengan dinamika yang terjadi pasca pengumuman kenaikan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan berkembang.
“Dengan perkembangan tersebut, perekonomian global diprakirakan tumbuh 3,0 persen (yoy) pada 2025.Tekanan inflasi AS yang menurun memperkuat ekspektasi penurunan Fed Funds Rate,” ujarnya dalam Media Briefing Triwulan III dengan Tema "Sinergi dan Kolaborasi untuk Menjaga Stabilitas dan Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi dalam Rangka Mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara" yang dihelat di kantor OJK Jawa Timur, Kamis (14/8/2025).
Sementara, lanjut Nugroho, aliran modal bergeser dari AS ke Eropa, negara berkembang, dan aset aman seperti emas, seiring meningkatnya risiko ekonomi dan fiskal AS.
Kondisi tersebut mendorong pelemahan berlanjut pada indeks dolar AS terhadap mata uang negara maju dan berkembang.
Nugroho mengatakan perekonomian Indonesia triwulan II/2025 terakselerasi.
Pada triwulan II/2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, ditopang utamanya oleh kenaikan investasi dan ekspor.
“Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2025 diperkirakan terjaga, di kisaran 4,6-5,4 persen (yoy). Berbagai upaya terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan, baik dari sisi permintaan maupun dari sisi penawaran,” jelasnya.
Sementara itu, perekonomian Jawa Timur pada triwulan II/2025 meningkat.
Peningkatan didorong oleh akselerasi kinerja investasi seiring lebih tingginya impor barang modal (mesin, peralatan) dan impor barang konstruksi, peningkatan realisasi penanaman modal, serta berlanjutnya pembangunan proyek strategis.
“Kenaikan ekspor, terutama didukung oleh peningkatan ekspor Luar Negeri komoditas emas perhiasan, lemak minyak, kayu, dan produk kimia. Peningkatan yang lebih tinggi tertahan oleh perlambatan konsumsi rumah tangga, terkontraksinya konsumsi pemerintah, dan peningkatan impor yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan investasi dan ekspor,” terangnya.
Lebih lanjut Nugroho mengatakan kinerja ekonomi Jawa Timur untuk keseluruhan tahun 2025 diperkirakan akan tetap baik, dan berada di kisaran 4,7-5,5 persen (yoy), ditopang oleh tetap kuatnya konsumsi dan investasi, serta terjaganya permintaan eksternal.
“Prospek inflasi tahun 2025 diperkirakan terkendali di rentang sasaran nasional 2,5±1 persen,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa