RADAR SURABAYA BISNIS - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan, pemerintah terus mengakselerasi percepatan pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di berbagai daerah.
Sebelumnya pada 21 Juli 2025 lalu telah terbentuk sebanyak 80.081 Kopdes Merah Putih yang telah memiliki badan hukum dan legalitas sebagai entitas usaha.
"Tahap kedua yang sedang dijalankan adalah pengoperasian koperasi ini agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Budi Arie dikutip Senin (11/8/2025).
Salah satu contoh koperasi yang menjadi model adalah Koperasi Desa Tegal Harum di Denpasar, yang melayani sekitar 13.000 warga dengan 3.500 keluarga.
Koperasi ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, garam, dan kopi dari berbagai daerah seperti Toraja, Lampung, dan Kintamani.
Produk-produk lokal juga didistribusikan melalui jaringan koperasi nasional.
Budi Arie menegaskan, model bisnis koperasi ini tidak bertujuan untuk bersaing dengan pasar, melainkan menciptakan keadilan ekonomi bagi seluruh anggota masyarakat.
“Ini milik rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tegasnya.
Selain itu, Kopdes/Kel. Merah Putih juga berperan penting dalam menjaga inflasi dengan memotong rantai distribusi yang selama ini panjang sehingga harga kebutuhan pokok menjadi lebih terjangkau.
Pemerintah menargetkan 19 komoditas penting tersedia di koperasi desa dengan harga yang lebih murah bagi masyarakat.
“Ini merupakan misi mulia untuk mewujudkan amanat konstitusi dan cita-cita para pendiri bangsa agar koperasi menjadi sokoguru perekonomian nasional,” ucapnya. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa