RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyebutkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni sudah mencapai Rp 133 triliun.
Penyaluran KUR untuk memperkuat perekonomian nasional.
"Alhamdulillah, penyaluran KUR hingga Juni tahun ini sudah mencapai Rp 133 triliun kepada dua juta UMKM," kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Republik Riza Damanik, Rabu (16/7/2025).
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri UMKM menargetkan alokasi KUR tahun ini sebesar Rp 300 triliun, untuk membantu permodalan murah dan inklusif bagi 2,34 juta debitur atau UMKM se-Indonesia.
"UMKM-UMKM ini nantinya akan bergabung ke dalam Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat perekonomian nasional," ujarnya.
Dia menyatakan dalam memperkuat UMKM ini, Kementerian UMKM juga telah melakukan peningkatan sumber daya manusia pelaku usaha mikro kecil menengah dan produktivitasnya.
"Peningkatan SDM ini dilakukan melalui program inkubasi bisnis, pelatihan berbasis kompetensi, standardisasi produk serta pendampingan sertifikasi halal dan izin edar," lanjut Riza.
Selain itu, peningkatan akses pasar domestik dan ekspor Kementerian UMKM bersama lintas sektoral mendorong pembentukan klasterisasi pengusaha UMKM di daerah termasuk Bangka Belitung.
"Semua langkah ini tidak akan berhasil tanpa sinergi yang nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan perguruan tinggi asosiasi bisnis hingga komunitas makro," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, realisasi penyaluran KUR sepanjang semester pertama tahun ini telah menjangkau 2,28 juta debitur dengan tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) hanya sebesar 2,38 persen.
Capaian itu jauh lebih rendah dari rerata NPL kredit UMKM umum yang mencapai 4,36 persen.
“Capaian KUR semester I 2025 cukup positif, yang lebih penting 60 persen penyaluran KUR berhasil masuk ke sektor produksi sesuai target kita. Ini menunjukkan KUR benar-benar mendorong produktivitas UMKM,” ujar Airlangga.
Untuk mendukung visi besar Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah menyiapkan dua terobosan kebijakan penting di bawah payung KUR.
Fokus pertama adalah sektor pertanian, khususnya komoditas tebu.
Pemerintah menawarkan relaksasi akses KUR bagi petani tebu rakyat yang sebelumnya pernah mengakses kredit komersial. Langkah ini diambil demi mengejar target swasembada gula konsumsi pada 2028.
Airlangga mengungkapkan bahwa 86 persen tanaman tebu rakyat sudah menua dan mendesak untuk diremajakan.
Skema khusus KUR bagi petani tebu ini juga memberi keleluasaan bagi off-taker, mitra usaha pengolah tebu untuk memvalidasi kelompok tani binaan mereka agar proses pencairan dana menjadi lebih cepat dan efisien.
Menariknya, agunan tambahan tidak lagi menjadi syarat wajib, selama usaha yang dibiayai dijamin oleh mitra avalis.
Kebijakan kedua adalah peluncuran skema kredit baru untuk sektor perumahan yang terintegrasi dalam Program Tiga Juta Rumah.
Di sisi pasokan, pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan skala UMKM bisa mengakses pembiayaan hingga Rp 5 miliar dengan subsidi bunga 5 persen per tahun. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa