Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Danantara-Lembaga Keuangan Jepang Teken MoU Percepat Ekonomi Hijau

Nofilawati Anisa • Sabtu, 12 Juli 2025 | 17:36 WIB
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah menandatangani nota kesepahaman dengan lembaga keuangan dan pembiayaan Jepang, Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Kesepakatan terkait peluang pembiayaan dalam mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi hijau yang terkoneksi secara digital.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan kemitraan dengan JBIC merupakan sinyal kuat kepercayaan internasional terhadap agenda transisi hijau di Indonesia.

“Di Danantara Indonesia, kami berkomitmen untuk memobilisasi penanaman modal strategis yang mendukung prioritas nasional sekaligus memenuhi standar global untuk keberlanjutan, dampak, dan tata kelola," ujar Rosan dalam keterangannya, Jumat (11/7/2025).

Berdasarkan nota kesepahaman itu, kedua belah pihak akan mengidentifikasi dan mengembangkan bersama berbagai proyek prioritas.

Dengan berfokus pada dekarbonisasi dan ekonomi sirkular, termasuk energi terbarukan, transmisi listrik, serta pengelolaan air dan air limbah.

Selain itu, juga berfokus pada infrastruktur digital berkelanjutan seperti green data center, serta layanan kesehatan.

Kemitraan ini juga membuka peluang tersedianya berbagai instrumen keuangan, termasuk pinjaman, ekuitas, penjaminan, dan solusi khusus lainnya, untuk mendukung pengembangan proyek-proyek strategis berskala besar di seluruh Indonesia.

“MoU ini kembali menambah jumlah tonggak sejarah dalam strategi kemitraan internasional Danantara Indonesia,” ujar Rosan.

Dengan berbagai proyek unggulan yang telah difasilitasi pada semester I/2025, Danantara terus mendorong agenda pembangunan jangka panjang Indonesia melalui investasi yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Danantara telah melakukan berbagai kerja sama investasi dengan di tingkat internasional.

Di antaranya bersama Qatar Investment Authority (QIA) menjalin kemitraan strategis untuk mengelola dana investasi senilai USD 4 miliar untuk pembangunan di Indonesia.

Kemudian, Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) telah meluncurkan Russia-Indonesia Investment Platform (RIDNIP) dengan modal hingga USD 2 miliar euro atau setara Rp 37,64 triliun (kurs Rp 18.822 per euro).

Terbaru, Danantara melakukan MoU dengan perusahaan energi Arab Saudi, yaitu ACWA Power, dengan total pendanaan proyek hingga USD 10 miliar atau setara Rp 162,36 triliun (kurs Rp 16.236 per USD). (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#digital #ekonomi #rosan roeslani #lembaga #indonesia #hijau #transisi #Danantara #jepang #pembiayaan #keuangan #JBIC