RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berkomitmen untuk menjadikan koperasi sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif.
Berdasarkan laporan dari online data system (ODS) per 20 Juni 2025, jumlah koperasi aktif di Jatim mencapai 28.534 unit, termasuk di dalamnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Dari jumlah ini, yang memiliki usaha simpan pinjam/unit usaha simpan pinjam mencapai 16.444 unit koperasi (57 persen) dan koperasi yang bergerak di sektor riil mencapai 12.090 unit (43 persen).
“Sebanyak 28.534 koperasi yang kita miliki alhamdulillah semuanya aktif menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (23/6).
Dengan capaian tersebut, Jawa Timur konsisten dalam kontribusi jumlah koperasi aktif, anggota, maupun aset koperasi.
Selain itu juga pada pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) per 22 Juni 2025 pukul 21. 00 WIB tercatat 8.026 koperasi (94,5 persen) di Jatim telah resmi memperoleh SK pengesahan, dengan 23 Kabupaten / Kota di Jawa Timur telah mencapai 100 persen.
Sementara musdes dan sosialisasi telah mencapai 100 persen.
Jumlah tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan pengesahan koperasi terbanyak di Indonesia, melampaui provinsi lainnya.
"Jawa Timur mencatatkan capaian tertinggi secara nasional dalam pengesahan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ini tentu kerja keras semua pihak. Para Bupati/ Wali Kota, Kanwil Hukum Jatim, serta kerja keras Ikatan Notaris Indonesia Jawa Timur," katanya.
“Ke depan kita akan terus dorong koperasi-koperasi di Jawa Timur untuk terus tumbuh bergerak di sektor riil. Terdapat 213 koperasi besar di Jawa Timur, harapan kami koperasi besar tersebut dapat menjadi bapak angkat bagi koperasi-koperasi baru termasuk koperasi desa merah putih sehingga dapat memberikan multiplier effect pada peningkatan ekonomi daerah,” imbuhnya.
Dengan banyaknya jumlah koperasi ini, ia menekankan pentingnya laporan keuangan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan keuangan koperasi untuk menghadapi tantangan yang ada.
Oleh karenanya ia berharap, penghargaan ini menjadi motivasi baru bagi Pemprov Jatim untuk terus mendorong lahirnya koperasi-koperasi potensial, progresif, dan modern di berbagai sektor.
“Kami akan terus meningkatkan literasi perkoperasian, digitalisasi manajemen koperasi, serta memperluas akses pasar agar koperasi Jatim semakin berdaya saing,” katanya.
“Melalui berbagai program pemberdayaan dan penguatan kelembagaan koperasi, kami ingin koperasi di Jawa Timur tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas, maju, modern, dan adaptif terhadap teknologi digital," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa