RADAR SURABAYA BISNIS - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 4,6 triliun.
KUR tersebut disalurkan kepada lebih dari 20.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga pertengahan tahun ini.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, capaian tersebut mencerminkan konsistensi BNI dalam menjangkau pelaku usaha di berbagai lapisan.
Khususnya konsistensi BNI terhadap segmen mikro dan kecil.
"Kami berupaya memperluas jangkauan pembiayaan secara inklusif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ini adalah wujud nyata dari komitmen BNI untuk hadir lebih dekat dengan pelaku UMKM," ujar Okki dalam keterangan resminya, Jumat (13/6) .
Alokasi KUR yang diberikan pemerintah kepada BNI tahun ini mencapai Rp 17 triliun.
Namun, Okki mengungkapkan masih terdapat kendala dalam menyalurkan KUR.
Salah satunya menjangkau segmen new to bank.
Yaitu pelaku UMKM yang belum pernah mengakses layanan perbankan sebelumnya.
Guna mengatasi tantangan tersebut, BNI mengandalkan jaringan agen laku pandai sebagai perpanjangan tangan di daerah-daerah yang belum terjangkau layanan perbankan formal secara optimal.
“Selain itu, BNI juga menyiapkan dukungan infrastruktur digital untuk mengejar target penyaluran KUR,” sambungnya.
Bank pelat merah ini juga menyusun strategi penyaluran yang adaptif serta berbasis rantai pasok (value chain) untuk mendorong efektivitas pembiayaan.
Maka dari itu, meski nilai realisasi KUR baru mencapai 27 persen dari target hingga pertengahan tahun, BNI tetap optimistis dapat memenuhi target pada penutupan tahun nanti.
"Kami tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah. BNI hadir sebagai mitra operasional yang memahami kebutuhan UMKM dan menawarkan solusi pembiayaan yang tepat sasaran," tutur Okki. (ara/opi)
Editor : Nofilawati Anisa