RADAR SURABAYA BISNIS – Rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini, Kamis (5/6), ditutup menguat terhadap mata uang Donald Trump.
Penguatan disebabkan karena USD tertekan oleh data penggajian ADP yang jauh lebih lemah dari perkiraan.
Rupiah hari ini ditutup menguat lagi sebesar 10,5 poin (0,06%) ke level Rp 16.284 per USD.
Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,09 persen menjadi 98,8.
Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup menguat sebesar 14,2 poin (0,09 persen) ke level Rp 16.294,5 per USD pada Rabu (4/6).
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, USD tertekan oleh data penggajian ADP yang jauh lebih lemah dari perkiraan, yang menunjukkan kemerosotan besar di pasar tenaga kerja pada bulan Mei 2025.
“Pembacaan tersebut meningkatkan taruhan bahwa pelemahan berkelanjutan dalam ekonomi AS akan mendorong The Fed untuk memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini,” ungkap Ibrahim, Kamis (5/6/2025).
Ibrahim menambahkan, data ADP juga muncul tepat sebelum data penggajian nonpertanian pada Jumat (6/6).
Pembacaan ADP yang lemah meningkatkan kekhawatiran atas data penggajian pemerintah yang lemah, yang dapat menyoroti meningkatnya risiko terhadap ekonomi AS.
Menurut Ibrahim, ketidakpastian atas kebijakan perdagangan Donald Trump masih ada.
Terutama setelah presiden menggandakan tarif baja dan aluminiumnya menjadi 50 persenminggu ini.
Batas waktu Donald Trump pada hari Rabu bagi mitra dagang AS untuk menyerahkan ‘penawaran terbaik’ mereka untuk kesepakatan perdagangan juga tampaknya telah berlalu tanpa ada perjanjian besar yang diumumkan.
Ibrahim menyebut, fokus minggu ini adalah pada lebih banyak data ekonomi AS, serta keputusan suku bunga Reserve Bank of India.
Panggilan telepon potensial antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping juga akan diawasi dengan ketat.
“Meskipun Washington dan Beijing telah memberikan sedikit isyarat kapan dialog akan berlangsung,” imbuhnya. (inv/opi)
Editor : Nofilawati Anisa