Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bank Indonesia Bidik Ekonomi Syariah Tahun 2025 Tumbuh 5,6 Persen

Nofilawati Anisa • Kamis, 5 Juni 2025 | 23:24 WIB

 

KONSULTASI: Aktivitas di Bank Syariah Indonesia (BSI). Tahun ini BI memproyeksikan ekonomi syariah nasional tumbuh di kisaran 4,8 persen hingga 5,6 persen.
KONSULTASI: Aktivitas di Bank Syariah Indonesia (BSI). Tahun ini BI memproyeksikan ekonomi syariah nasional tumbuh di kisaran 4,8 persen hingga 5,6 persen.

RADAR SURABAYA BISNIS - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi syariah Indonesia akan tumbuh di kisaran 4,8 persen hingga 5,6 persen pada 2025.

Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan yang ditetapkan pada 2024 di kisaran 4,7 persen hingga 5,5 persen.

“Di tahun 2025 ekonomi syariah diperkirakan masih akan tumbuh 4,8 persen-5,6 persen,” kata Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Imam Hartono dalam Taklimat Media di Gedung BI, Jakarta, Rabu (4/6).

Sementara itu, BI merevisi target pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah 2025 menjadi 8 hingga 11 persen atau lebih rendah dari yang ditetapkan sebelumnya di angka 11-13 persen.

Revisi ini dilakukan menyusul penurunan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 ke kisaran 4,6 persen hingga 5,4 persen.

"Proyeksi pembiayaan syariah kita itu kita revisi menjadi antara 8-11 persen. Ini juga terkait dengan proyeksi PDB-nya yang bergerak antara 4,6 persen sampai dengan 5,4 persen," ungkap Imam.

Melihat dinamika perekonomian global saat ini, Imam mengakui bahwa kondisi tersebut akan berdampak pada kinerja pembiayaan syariah.

"Artinya dampak global dan dinamika ekonomi ini sebenarnya sifatnya umum, baik itu berdampak kepada syariah maupun konvensional," bebernya.

BI mencatat pada tahun 2024 lalu perbankan syariah dalam negeri mencatat pertumbuhan 9,87 persen.

Adapun dari sisi keuangan sosial, dukungan pemerintah melalui instrumen CWLS terus berlanjut, dengan volume mencapai Rp 1,16 triliun.

Sebelumnya, Wakil Presiden ke-13 RI, Ma'ruf Amin mengungkapkan bahwa ia cukup optimistis pada ekonomi syariah di dalam negeri.

Salah satunya yang mencakup industri asuransi syariah.

“Kalau ditanya seberapa optimis industri keuangan syariah, saya sangat optimis. Karena kekuatan ekonomi dan keuangan sariah nasional maupun global semakin hari semakin besar, mulai dari industri kosmetik, pariwisata, (hingga asuransi),” kata Ma’ruf Amin dalam Media Briefing Manulife Syariah Indonesia di Jakarta, Selasa (27/5).

“Kita harapkan dengan terbangunnya ekosistem itu, maka industri keuangan juga ikut berkembang. asuransi juga bisa meng-cover semua. Perbankan tentu harus menggunakan asuransi,” ujarnya.

Ma'ruf Amin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto berjanji kepadanya untuk membentuk Badan Pengembangan Ekonomi Syariah di dalam negeri.

"Presiden sudah bilang bahwa beliau masih punya utang kepada saya untuk membentuk Badan Pengembangan Ekonomi Syariah," ujar Ma'ruf Amin dalam kegiatan Indonesia Sharia Forum (ISF) 2025 di Le Meridien, Jakarta, Senin (26/5).

Ma'ruf Amin mengatakan, Badan Pengembangan Ekonomi Syariah nantinya bertujuan untuk transformasi dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

“Sekarang sedang dalam proses transformasi menuju terbentuknya, jadi Komite Nasional (KNEKS) menjadi Badan Pengembangan Ekonomi Syariah," jelas Ma'ruf Amin. (uta/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Imam Hartono #ekonomi #kinerja #bank indonesia #bank syariah #pertumbuhan #tahun 2025 #perbankan #pembiayaan #perekonomian #Dinamika #global