Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ini Dia Penopang Penerimaan Pajak Jawa Timur hingga April 2025

Mus Purmadani • Rabu, 28 Mei 2025 | 20:50 WIB
KARYA: Industri pengolahan seperti pabrik pengolahan ikan menjadi sektor yang menopang pendapatan di Jawa Timur.
KARYA: Industri pengolahan seperti pabrik pengolahan ikan menjadi sektor yang menopang pendapatan di Jawa Timur.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kepala Perwaklian Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jawa Timur Dudung Rudi Hendratna mengatakan, realisasi pendapatan negara hingga April 2025 mencapai Rp 79,77 triliun atau 28,22 persen dari target sebesar Rp 282,65 triliun.

Terdiri dari penerimaan perpajakan terealisasi sebesar 27,80 persen yakni Rp 77,10 triliun dari target dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai 50,19 persen yakni Rp 2,67 triliun dari target Rp 5,3 triliun.

"Penerimaan perpajakan disumbang oleh penerimaan Ditjen Pajak sebesar Rp 32,06 triliun dan penerimaan Kepabenan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp 45,03 triliun atau 30,26 persen dari target," kata Dudung, Selasa (27/5/2025).

Lebih jauh ia menjelaskan, realisasi belanja negara sampai dengan April telah terserap Rp 39,59 triliun atau 31,31 persen dari pagu belanja negara di Jawa Timur.

Kinerja belanja negara terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 10,94 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp 28,64 triliun.

"Hingga April 2025, Penerimaan Pajak mencapai Rp 32,06 triliun. Sektor Industri Pengolahan menjadi sektor usaha dengan penerimaan pajak terbesar sebesar Rp 21,60 triliun," jelasnya.

Menurutnya penerimaan Kepabeanan dan Cukai terealisasi sebesar Rp 45,03 triliun atau 30,26 persen dari target APBN.

Penerimaan cukai terealiasi sebesar Rp 42,89 triliun atau 30,13 persen dari target, dipengaruhi oleh turunnya produksi pabrik rokok golongan I dan naiknya produksi pabrik rokok golongan II dan III.

"Penerimaan bea masuk Rp 1,88 triliun atau 29,72 persen dari target, dipengaruhi oleh penurunan tarif efektif dan nilai impor sampai dengan April 2025,” ungkap Dudung.

Ditambahkannya, penerimaan bea keluar Rp 248,6 miliar atau 211,5 persen dari target.

Hal ini dipengaruhi oleh tingginya harga referensi CPO (crude palm oil) dan tingginya harga patokan ekspor biji kakao.

“Sementara itu, hingga 30 April 2025 realisasi PNBP tetap terjaga mencapai Rp 2,67 triliun atau 50,19 persen dari target," pungkas Dudung. (mus/opi)

Kinerja Keuangan Jawa Timur
*Hingga April 2025

*Pendapatan negara:
1. Realisasi Rp 79,77 triliun
2. Sebanyak 28,22 persen dari target
3. Target 2025 Rp 282,65 triliun

*Rincian penerimaan:
1. Perpajakan terealisasi Rp 77,10 triliun atau 27,80 persen dari target
2. PNBP terealisasi Rp 2,67 triliun atau 50,19 persen dari target

*Penerimaan prpajakan:
1. Ditjen Pajak sebesar Rp 32,06 triliun
2. Kepabenan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp 45,03 triliun

*Realisasi belanja negara terserap Rp 39,59 triliun atau 31,31 persen dari pagu
*Kinerja belanja negara:
1. Kementerian/lembaga sebesar Rp 10,94 triliun
2. Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp 28,64 triliun

*Sektor Industri Pengolahan jadi penerima pajak terbesar sebesar Rp 21,60 triliun
*Penerimaan cukai terealiasi sebesar Rp 42,89 triliun atau 30,13 persen dari target
*Penerimaan bea masuk Rp 1,88 triliun atau 29,72 persen dari target

Sumber: Diolah

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#jawa timur #Kemenkeu Jatim #lembaga #industri #pajak #kementerian agama #belanja akhir tahun #pendapatan negara #pnbp #Pengolahan #penerimaan #kepabeanan