Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

IHSG Awal Pekan, Senin, 14 April 2025, Ditutup Menguat Seiring Penguatan Bursa Kawasan Asia

Nofilawati Anisa • Selasa, 15 April 2025 | 00:51 WIB
ILUSTRASI: seorang pialang mengabadikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
ILUSTRASI: seorang pialang mengabadikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/4/2025) sore ditutup menguat seiring dengan penguatan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 106,29 poin atau 1,70 persen ke posisi 6.368,51.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 17,33 poin atau 2,45 persen ke posisi 724,03.

“Mengawali pekan ini, IHSG menguat yang ditopang sentimen eksternal dan internal," ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin (14/4/2025).

Dari mancanegara, bursa regional Asia bergerak menguat menyusul adanya jeda tarif impor elektronik China oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump memberikan pengecualian dari tarif tinggi pada produk elektronik yang sebagian besar diimpor dari China, namun pasar memiliki pandangan bahwa upaya ini berpotensi memunculkan pungutan baru yang akan diumumkan pada waktunya, sehingga ketidakpastian tetap tinggi.

Di sisi lain, pelaku pasar juga bereaksi positif terhadap data baru surplus perdagangan China yang melonjak menjadi USD 102,64 miliar pada Maret 2025.

Angka itu naik dari USD 58,65 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, juga melampaui ekspektasi pasar sebesar USD 77 miliar.

Peningkatan tajam itu sebagian besar didorong oleh lonjakan ekspor sebesar 12,4 persen, sementara impor turun 4,3 persen.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Maret 2025 sebesar USD 157,1 miliar, atau meningkat dibandingkan posisi Februari 2025 yang sebesar USD 154,5 miliar.

Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

BI menyampaikan bahwa kenaikan ini mendukung ketahanan sektor eksternal dan dapat menjaga stabilitas ekonomi makro.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat dipimpin sektor barang baku sebesar 5,67 persen.

Diikuti oleh sektor barang energi dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 4,08 persen dan 3,53 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu FORE, LION, KOPI, GPSO dan TRON.

Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BYAN, FAST, BAPI, XSSI dan MEJA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.189.193 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,93 miliar lembar saham senilai Rp 13,86 triliun.

Sebanyak 492 saham naik 137 saham menurun, dan 176 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 396,78 poin atau 1,18 persen ke 33,982,36, indeks Shanghai menguat 24,58 poin atau 0,76 persen ke 3.262,81.

Lalu indeks Kuala Lumpur menguat 26,10 poin atau 1,79 persen ke 1.480,86, dan indeks Strait Times menguat 43,49 poin atau 1,24 persen ke 3.556,02. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Maximilianus Nicodemus #penguatan bursa asia #perdagangan saham #bursa efek indonesia (bei) #indeks harga saham gabungan (ihsg) #14 April 2025