RADAR SURABAYA BISNIS - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan, hari ini, Kamis (10/4/2025) pagi, menguat sebesar 40 poin atau 0,24 persen.
Rupiah dalam perdagangan sesi pagi menjadi Rp 16.833 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.873 per dolar AS.
Sejumlah analis menyebut penguatan rupiah salah satunya dipicu keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan penundaan tarif impor.
Trump mengumumkan jeda penerapan tarif timbal balik nyaris untuk semua negara selama 90 hari atau tiga bulan penuh.
Semua negara yang dikenai tarif timbal balik (resiprokal) pada Rabu lalu akan kembali ke tarif universal sebesar 10 persen.
"Berdasarkan fakta bahwa lebih dari 75 Negara telah memanggil perwakilan AS, termasuk Departemen Perdagangan, Keuangan, danUSTR, untuk merundingkan solusi bagi subjek yang sedang dibahas terkait perdagangan, hambatan perdagangan, tarif, manipulasi mata uang, dan tarif non-moneter, dan bahwa atas saran saya, negara-negara ini tidak membalas dengan cara, bentuk, atau wujud apapun terhadap AS," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, Rabu (9/4/2025) waktu setempat.
Namun, kebijakan penundaan tarif baru selama 90 hari ini tidak berlaku untuk China, negara dengan ekonomi terbesar kedua setelah AS.
Untuk China, Trump bahkan mengatakan tarif impornya akan dinaikkan dari 104 persen menjadi 125 persen buntut Beijing membalas AS dengan tarif 84 persen.
"Berdasarkan kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan Tiongkok kepada pasar dunia, dengan ini saya menaikkan tarif yang dibebankan kepada Tiongkok oleh AS menjadi 125 persen, berlaku segera," kata Trump.
"Suatu saat, mudah-mudahan dalam waktu dekat, Tiongkok akan menyadari bahwa hari-hari menipu AS dan negara-negara lain, tidak lagi berkelanjutan atau dapat diterima," imbuhnya. (nis/opi)
Editor : Nofilawati Anisa