Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Makin Mendekati Rp 17.000, Perdagangan Rupiah Hari Ini, Rabu, 9 April 2025, Dibuka Melemah ke Rp 16.911 per USD

Nofilawati Anisa • Rabu, 9 April 2025 | 17:05 WIB
HITUNG: Seorang karyawan money changer meneliti setiap lembaran rupiah yang akan ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat.
HITUNG: Seorang karyawan money changer meneliti setiap lembaran rupiah yang akan ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat.

RADAR SURABAYA BISNIS - Rupiah di pasar spot hari ini, Rabu (9/4/2025), terus melemah.

Pada perdagangan hari ini, rupiah dibuka di level Rp 16.911 per dolar Amerika Serikat (USD).

Ini membuat rupiah turun 0,12 persne dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp 16.891 per USD.

Rupiah pun makin dekat ke Rp 17.000 per USD.

Hingga pukul 09.00 WIB, nilai tukar sejumlah mata uang di kawasan bervariasi.

Peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah terkoreksi 0,28 persen.

Berikutnya, yuan China tertekan 0,12 persen dan dolar Taiwan turun 0,09 persen.

Diikuti, ringgit Malaysia yang melemah tipis 0,05 persen.

Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,42 persen.

Kemudian ada dolar Singapura yang terkerek 0,26 persen dan baht Thailand yang terangkat 0,14 persen.

Disusul, dolar Hongkong yang juga naik tipis 0,06 persen.

Lalu ada won Korea Selatan yang terlihat menguat tipis 0,02 persen.

Dilansir dari Antara, analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai, pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi pemberlakuan tarif impor tambahan sebesar 50 persen dari Amerika Serikat (AS) terhadap barang-barang dari China.

“Pengenaan tarif 100 persen lebih (secara total 104 persen) terhadap China akan memukul nilai tukar emerging market, termasuk rupiah,” ungkapnya, Rabu (9/4/2025).

Ancaman tarif tambahan dari AS ini dilakukan setelah Negeri Tirai Bambu memberlakukan tarif timbal balik sebesar 34 persen terhadap AS.

Presiden AS Donald Trump telah mengancam China apabila tak membatalkan kenaikan tarif sebesar 34 persen pada Selasa (8/4/2025), maka AS mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen pada negara tersebut pada hari ini.

Selain itu, semua pembicaraan dengan China terkait permintaan pertemuan mereka dengan AS akan dihentikan.

Pemberlakuan tarif 34 persen dari China per 10 April 2025 nanti merupakan respons dari tarif timbal balik AS terhadap Beijing yang memberikan tarif sebesar 34 persen juga. (ara/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#rupiah melemah #pasar spot #dolar amerika serikat #Rully Nova #perdagangan rupiah #Rupiah hari ini