Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

IHSG Hari Ini, Rabu, 9 April 2025, Dibuka Melemah 17,70 Poin

Nofilawati Anisa • Rabu, 9 April 2025 | 16:37 WIB
ILUSTRASI: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
ILUSTRASI: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi, (9/4/2025), dibuka melemah 17,70 poin atau 0,30 persen ke posisi 5.978,44.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,00 poin atau 0,15 persen ke posisi 666,77.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana memproyeksikan masih ada risiko pelemahan lanjutan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek.

"Dari sisi teknikal, IHSG kini berada di area support 5.945 sampai 6.045, dengan level krusial selanjutnya di 5.500 sampai 5.636. Artinya, secara jangka pendek, masih ada risiko pelemahan lanjutan," ujar Hendra dilansir dari Antara, Rabu (9/4/2025).

Di sisi lain, lanjut Hendra, tetap terbuka kemungkinan IHSG mengalami technical rebound apabila ada sinyal positif dari pemerintah Indonesia terkait negosiasi dalam menanggapi kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Namun, kemungkinan technical rebound tetap terbuka, terutama jika ada sinyal diplomasi tegas dari Presiden Prabowo Subianto dalam menanggapi kebijakan tarif Trump," ujar Hendra.

Ia memastikan pasar modal Indonesia masih memiliki daya tarik tinggi yang ditopang oleh fundamental ekonomi domestik dan kinerja perusahaan tercatat (emiten) yang masih solid.

Ia menjelaskan pelemahan yang terjadi pada IHSG lebih disebabkan oleh sentimen eksternal, utamanya adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan tarif Donald Trump.

"Meskipun ekspor Indonesia ke AS hanya sekitar 9,9 persen dari total ekspor nasional, reaksi pasar yang berlebihan mengindikasikan adanya kekhawatiran lebih dalam terhadap ketegangan dagang global, potensi perlambatan ekonomi dunia, serta belum adanya respons cepat dari pemerintah RI sebelum pasar dibuka," ujar Hendra. (ara/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Indeks LQ45 #Hendra Wardana #perdagangan saham #emiten #ihsg hari ini #bursa efek indonesia (bei) #9 april 2025 #donald trump