Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bisnis Emas dan Haji jadi Motor Penggerak Kinerja BSI Region VIII Surabaya di Tahun 2024

Nofilawati Anisa • Sabtu, 15 Maret 2025 | 00:14 WIB
PEMAPARAN: Regional CEO Regional Office VIII Surabaya Jajang Abdul Karim memaparkan kinerja Bank BSI di sepanjang tahun 2024.
PEMAPARAN: Regional CEO Regional Office VIII Surabaya Jajang Abdul Karim memaparkan kinerja Bank BSI di sepanjang tahun 2024.

RADAR SURABAYA BISNIS - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) Region VIII Surabaya mencatatkan kinerja positif sepanjang 2024.

Kinerja terdorong oleh pengembangan bisnis ritel, khususnya bisnis emas dan haji, yang masing-masing bertumbuh 60 persen dan 23 persen secara tahunan.

Regional CEO Regional Office VIII Surabaya Jajang Abdul Karim mengatakan, bisnis BSI di wilayah Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB sepanjang 2024 mengalami pertumbuhan yang cukup baik karena mengedepankan uniqueness produk dan layanan.

Dimana produk tersebut menjadi keunggulan BSI, yaitu bisnis emas dan haji.

“Hal ini dikarenakan dengan uniqueness produk dan layanan yang hanya dimiliki bank syariah. Di antaranya bisnis emas dan haji. Hal inilah yang terus kami dorong dengan penguatan literasi ke masyarakat sehingga penetrasi dan inklusinya tumbuh optimal,“ kata Jajang, Kamis (13/3).

Lebih jauh ia menjelaskan, sepanjang 2024 pembiayaan Gadai Emas di Wilayah Region VIII Surabaya mencapai Rp 1,1 triliun. Capaian itu tumbuh 26 persen secara tahunan.

Sedangkan produk Cicil Emas mencapai Rp 971 miliar atau tumbuh 132 persen secara tahunan.

“Nasabahnya pun didominasi kaum muda dengan rentang umur 20-30an,” sambungnya.

Selain emas, lanjut Jajang, perkembangan Tabungan Haji BSI di wilayah RO VIII Surabaya, juga tumbuh 23 persne secara tahunan atau sekitar 107 ribu nasabah, dengan total nilai Rp 556 milyar.

“Terlihat bahwa emas menjadi alternatif investasi syariah yang saat ini cukup diminati. Selain harganya yang mengalami peningkatan signifikan, emas merupakan instrumen safe haven yang tahan terhadap inflasi. Di satu sisi, Tabungan Haji BSI juga sangat diminati karena memberikan jalan bagi masyarakat mempersiapkan perjalanan suci tersebut untuk kemudahan di masa depan,” tuturnya.

Di sisi lain BSI Region VIII Surabaya pun mencatatkan rerata pertumbuhan bisnis di semua sektor dobel digit.

Mulai dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang telah mencapai Rp 30 triliun atau tumbuh sekitar 20,2 persen secara tahunan.

Salah satunya terdorong kontribusi positif dari Tabungan Haji BSI.

Kemudian pembiayaan mencapai Rp 25 triliun atau tumbuh 15,3 persen secara tahunan.

“Sehingga aset mencapai Rp 30,6 triliun atau naik sekitar 19,4 persen,” ungkap Jajang.

“Fokus pada pembiayaan yang berkualitas, transformasi digital dan inovasi menjadi kunci BSI menjaga kinerja yang impresif di tengah dinamika kondisi perekonomian,” imbuh Jajang.

Dikatakannya, untuk memberikan kemudahan transaksi masyarakat di wilayah kerjanya, saat ini BSI Regional VIII Surabaya memiliki enam area dengan total kantor cabang sebanyak 165 outlet.

Lalu 637 ATM yang tersebar di lokasi strategis, 22 ribu BSI Agen, BSI Net dan juga layanan yang bisa diakses 24 jam diantaranya BSI Call 14040 dan mobile banking BYOND by BSI.

“Saat ini transaksi di wilayah RO VIII Surabaya sebagian besar sudah shifting ke layanan digital. Per Januari 2025, jumlah pengguna BYond di wilayah RO VIII Surabaya mencapai 300 ribu orang,” pungkasnya. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#tabungan haji #Bisnis Emas #bank syariah #BSI Region VIII Surabaya #cicil emas #Jajang Abdul Karim