RADAR SURABAYA BISNIS - Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara merupakan visi misi yang ingin diwujudkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama wakilnya Emil Elestianto Dardak.
Visi misi tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan.
Menurutnya kunci utama dalam membangun Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara adalah kolaborasi antar-stakeholder, termasuk partai politik, pemerintah, dan masyarakat.
"Jawa Timur memiliki potensi besar, dan periode kedua ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan indikator kinerja yang sudah mengalami kemajuan di periode sebelumnya. Angka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem, telah mengalami penurunan, dan ini harus terus ditingkatkan," jelas Irwan, Minggu (9/3/2025).
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menyebut sejumlah permasalahan utama yang harus menjadi prioritas dalam periode kedua kepemimpinan Khofifah - Emil.
Beberapa tantangan besar yang perlu segera ditangani dalam 100 hari kerja di antaranya adalah sektor kesehatan.
"Masih banyak keluhan terkait layanan kesehatan, sehingga diperlukan perbaikan besar, termasuk meningkatkan kualitas rumah sakit milik Pemprov agar menjadi yang terbaik di Jawa Timur," tegas Jairi Irawan
Selain kesehatan, yang harus menjadi perhatian serius adalah soal pendidikan.
Masih banyak persoalan terkait tenaga pengajar, termasuk guru honorer yang perlu mendapat perhatian.
Begitu juga dengan penanganan banjir, harus lebih serius, mengingat masih banyak daerah yang terdampak setiap musim hujan.
"Juga disparitas wilayah. Dengan pembangunan Jalur Lintas Selatan dan Tol Probolinggo - Banyuwangi, diharapkan akses antarwilayah semakin baik dan kesenjangan antar daerah dapat dikurangi," katanya.
Menurut Jairi, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di tingkat kabupaten/kota harus selaras dengan visi dan misi gubernur agar pembangunan lebih terarah dan terukur.
Terkait peningkatan ekonomi, dia mengatakan. pengembangan UMKM harus lebih ditingkatkan, tidak hanya pendampingan produk tetapi pendampingan pemasaran dan keuangan juga harus dilakukan.
Peran Bank UMKM sebagai stimulan ekonomi harus dimaksimalkan agar Jawa Timur bisa menjadi sentra UMKM nasional.
Di sisi lain, peran BUMD juga harus dimaksimalkan. BUMD Jatim harus sehat, BUMD perbaikan, BUMD pangan dan mineral harus terbangun dengan baik.
Sektor pariwisata juga harus digenjot karena sejauh ini belum tercover dengan baik. Saat ini yang menjadi andalan hanya Bromo, Tengger dan Semeru (BTS) serta Banyuwangi, sementara yang lain belum. Padahal ada banyak daerah yang memiliki potensi besar.
"Dan pariwisata kita masih parsial, seperti Blitar dan Tulungagung belum tergarap dengan baik, karena manajemen masih lokal belum terintegrasi secara regional di level Jatim," pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa