Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jatim Catat Deflasi di Februari 2025, Terendah di Kota Surabaya, Paling Tingi di Kota Kediri

Mus Purmadani • Selasa, 4 Maret 2025 | 11:41 WIB
PERIKSA: Tarif listrik kembali normal mulai Maret ini, setelah selama dua bulan diskon 50 persen.
PERIKSA: Tarif listrik kembali normal mulai Maret ini, setelah selama dua bulan diskon 50 persen.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistk (BPS) Jawa Timur mencatat pada Februari 2025, provinsi paling timur di Pulau Jawa ini mengalami deflasi year on year (yoy) sebesar 0,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,90.

Deflasi terdalam terjadi di Kota Kediri sebesar 0,98 persen dengan IHK sebesar 104,50.

Sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 105,78 persen.

"Sementara inflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi sebesar 0,94 persen dengan IHK sebesar 107,02 dan inflasi terendah terjadi di Jember sebesar 0,14 persen dengan IHK sebesar 105,85," ujar Kepala BPS Jatim Zulkifli, Senin (3/3/2025).

Zulkipli mengatakan deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh indeks kelompok pengeluaran.

Yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 15,41 persen.

Kemudian kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,76 persen.

Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,26 persen.

Selain itu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,64 persen.

Ada juga kelompok kesehatan sebesar 1,70 persen, kelompok transportasi sebesar 1,21 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,39 persen.

Kelompok pendidikan sebesar 1,49 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,16 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,66 persen.

"Tingkat deflasi month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) Provinsi Jawa Timur bulan Februari 2025 masing-masing sebesar 0,59 persen dan 1,13 persen," katanya.

Zulkipli mengatakan pada bulan Februari 2025, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi bulan ke bulan (m-to-m), yang didorong oleh penurunan harga komoditas bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, tomat, kacang panjang, dan cabai merah.

"Kenaikan harga pada komoditas emas perhiasan dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil yang cukup tinggi dalam meredam deflasi pada bulan Februari 2025," pungkasnya. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Zulkipli #Year on Year #BPS Jatim #tarif listrik #deflasi #Februari 2025