Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Masih Solid dan Terjaga, Bagaimana Prediksi BI di 2025?

Mus Purmadani • Minggu, 1 Desember 2024 | 21:27 WIB
FOKUS: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur M Noor Nugroho dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024
FOKUS: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur M Noor Nugroho dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2024

RADAR SURABAYA BISNIS - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur M Noor Nugroho mengatakan, ketidakpastian ekonomi dan politik global di tengah kondisi inflasi yang mulai terjaga, tetap harus diperhatikan secara serius.

Di tingkat domestik, pertumbuhan ekonomi masih menunjukkan pertumbuhan yang solid dan inflasi yang terjaga, yakni pada kisaran 2,5 plus minus 1 persen.

"Sejalan dengan kondisi ekonomi nasional hingga triwulan III tahun 2024 kinerja ekonomi Jawa Timur tetap terjaga baik dengan menjadi dan menjadi kontributor terbesar kedua untuk perekonomian Indonesia," kata Noor di acara Nonton Bersama Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Jumat (29/11) malam.

Noor menambahkan kinerja ekonomi Jawa Timur 2024 tumbuh 4,91 persen year on year (YoY) ini masih sesuai dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya dari sisi permintaan dan sisi penawaran masih kuatnya konsumsi dan investasi, serta kuatnya pertumbuhan ekonomi pada sektor industri pengolahan dan perdagangan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan.

"Saat ini konsumsi rumah tangga berperan sekitar 59 persen dan sementara investasi dan ekspor masing-masing berperan sekitar 26,5 dan 8,5 persen," lanjutnya.

Lebih lanjut Noor mengatakan untuk 2025, ekonomi Jawa Timur diperkirakan akan tumbuh di kisaran 4,8 persen hingga 5,6 persen (yoy).

Menurutnya masih kuatnya perekonomian Jawa Timur ini, salah satunya disokong oleh keberlanjutan proyek strategi nasional (PSN) yang diatur dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019, serta proyek swasta lainnya seperti hilirisasi tembaga dan pabrik kimia di Gresik.

"Dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi kami di kantor perwakilan Jawa Timur dan juga Bank Indonesia di Malang sendiri dan Jember bekerja sama untuk mendorong iklim investasi bersama dengan provinsi dan seluruh stakeholder terkait," bebernya.

Sementara, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada kesempatan yang sama menyampaikan optimisme Bank Indonesia bahwa perekonomian Indonesia ke depan akan semakin baik, namun dengan tetap mewaspadai sejumlah tantangan tantangan global yang meningkat.

Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tetap kuat pada kisaran 4,8 persen hingga 5,6 persen, dan akan terus meningkat menjadi 4,9 persen hingga 5,7 persen pada 2026 didukung oleh konsumsi swasta, investasi, dan kinerja ekspor yang cukup baik.

"Inflasi akan tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1 persen pada 2025 dan 2026 didukung konsistensi kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Stabilitas eksternal dan sistem keuangan tetap terjaga, disertai digitalisasi yang terus berkembang pesat," katanya

Ke depan, lanjut Perry, lima tantangan global perlu terus dicermati dan diantisipasi yakni perlambatan dan divergensi pertumbuhan ekonomi global, penurunan inflasi dunia yang lambat, suku bunga negara maju yang masih akan bertahan tinggi, kuatnya mata uang dolar AS, serta pelarian modal dari emerging markets ke negara maju. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#pertemuan tahunan bank indonesia 2024 #Bank Indonesia Jatim #bank indonesia #pertumbuhan ekonomi 2024 #Pertumbuhan ekonomi 2025