Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Ekspedisi Rupiah Berdaulat sudah Jangkau 655 Pulau, Ini Yang Dilakukan Bank Indonesia

Mus Purmadani • Senin, 25 November 2024 | 00:40 WIB
PENCANANGAN: Asisten Gubernur BI Marlison Hakim bersama Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono saat saat melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 di Dermaga Koarmada II Surabaya, Jumat (22/11).
PENCANANGAN: Asisten Gubernur BI Marlison Hakim bersama Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono saat saat melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 di Dermaga Koarmada II Surabaya, Jumat (22/11).

RADAR SURABAYA BISNIS – Bank Indonesia (BI) mendistribusikan uang rupiah untuk menggantikan uang yang sudah lusuh atau rusak dengan yang baru atau layak edar di lima pulau wilayah Jatim.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 berlayar menggunakan KRI Makasar 590 menuju Pulau Gili Genting, Pulau Gili Raja, Pulau Pegerungan Besar, Pulau Pagerungan Kecil, dan Pulau Guwa Guwa.

Asisten Gubernur BI Marlison Hakim saat melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 di Dermaga Koarmada II Surabaya, Jumat (22/11) mengatakan, pendistribusian uang rupiah yang layak edar di lima pulau di Jatim ini melengkapi target sebanyak 90 pulau yang dicanangkan bank sentral.

Menurutnya ekspedisi untuk mengganti uang rupiah yang sudah lusuh atau rusak dengan yang baru atau layak edar di wilayah kepulauan tertinggal, terluar dan terdepan (3T).

“Terdapat tiga tantangan utama Bank Indonesia dalam mengedarkan rupiah. Pertama, adalah kondisi geografis NKRI yang memiliki ribuan pulau dengan keterbatasan infrastruktur sehingga mempengaruhi jangkauan BI dalam menyediakan uang kepada masyarakat, termasuk diantaranya untuk kepulauan di wilayah 3T. Masih banyak daerah-daerah blank spot yang belum dapat dijangkau oleh BI dan Perbankan dalam pengedaran uang Rupiah,” terangnya.

Kedua, keberagaman tingkat pendidikan masyarakat yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memperlakukan uang. Hal itu tercermin dari uang tidak layak edar karena lusuh yang disebabkan sering dilipat, dibasahi, maupun distraples.

“Hal ini tentunya mempengaruhi kualitas uang rupiah kita. Dalam konteks ini, tantangan ini perlu kami jawab dengan edukasi. Ketiga, penggunaan uang selain Rupiah sebagai alat pembayaran khususnya di wilayah perbatasan,” jelasnya.

Menurutnya, sinergi strategis telah terjalin antara BI dan TNI Angkatan Laut sejak tahun 2012.

Secara total selama kurun waktu 2012-2024, telah dilaksanakan 132 kali kegiatan Layanan Kas Keliling di Wilayah 3T dan menjangkau sebanyak 655 pulau.

Sementara itu Kepala Perwakilan BI Jatim Erwin Gunawan Hutapea mengucapkan terima kasih dan apresiasi khususnya kepada TNI AL, termasuk Pemprov Jatim dan pihak-pihak lain yang mendukung BI dalam pelaksanaan pendistribusian uang yang berkualitas khususnya ke seluruh wilayah 3T di NKRI dalam rangka menegakkan dan menjaga kedaulatan bangsa dan negara tercinta.

“Dalam ekspedisi ini kami memberangkatkan Tim Onboard ERB Jawa Timur 35 orang, terdiri dari 13 Satker BI dan dua instansi lain, yaitu DPU, Sulut, NTB, Jatim, Papua, Sulsel, Bali, Jabar, Jateng, Jember, Kediri, Malang, Sumut, Baznas, Medis TNI AL,” katanya.

Sementara itu Pj Gubernur Adhy Karyono menjelaskan, pada triwulan III/2024, PDRB Jawa Timur menjadi salah satu penyumbang perekonomian terbesar kedua dengan kontribusi sebesar 14,52 persen terhadap PDB Indonesia dan 25,55 persen terhadap PDRB Pulau Jawa.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan III/2024 secara q-to-q tumbuh sebesar 1,72 persen. Capaian impresif ini mencatatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi se-Pulau Jawa. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#3t #Bank Indonesia Jatim #bank indonesia #terluar tertinggal terdepan #Ekspedisi Rupiah #bank sentral