Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Srategi Pemkot Surabaya Kendalikan Inflasi Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

Dimas Mahendra • Minggu, 10 November 2024 | 19:13 WIB

 

LARIS MANIS: Warga Surabaya membeli beras di Kios Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surabaya.
LARIS MANIS: Warga Surabaya membeli beras di Kios Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surabaya.

SURABAYA — Menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2024 dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah-langkah strategis.

Upaya-upaya strategis itu guna mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi tanpa lonjakan harga yang signifikan.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati, menjelaskan bahwa pihaknya berfokus pada konsistensi penyelenggaraan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah sebagai langkah awal.

Inisiatif ini digelar dengan menggandeng distributor bahan pokok untuk menjual komoditas penting di bawah harga pasar.

“Kami bekerjasama dengan distributor bahan pokok dengan menjual komoditas di bawah harga pasar antara lain, beras, gula, minyak, telur ayam, daging ayam, olahan daging sapi, cabe merah, cabe rawit, bawang merah, dan bawang putih,” kata Dewi Soeriyawati, Minggu (10/11).

Dalam kurun waktu Oktober hingga 8 November 2024, Pemkot Surabaya telah berhasil menggelar Pasar Murah sebanyak 18 kali dan Gerakan Pangan Murah sebanyak dua kali.

Selain itu, operasi pasar rutin juga dilaksanakan dengan melibatkan produsen minyak goreng.

Setiap bulannya, antara 52.800 hingga 61.800 liter minyak goreng disalurkan ke 9 hingga 17 pasar tradisional di Surabaya.

“Operasi pasar dilakukan rutin setiap bulan,” ujar Dewi.

Lebih lanjut, pemantauan harga dan stok bahan pokok secara berkala terus dilakukan di pasar-pasar utama, distributor, serta toko swalayan.

Hal ini menurut dia bertujuan untuk memantau fluktuasi harga serta memastikan ketersediaan stok agar masyarakat tidak mengalami kesulitan.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pembentukan kios-kios Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di 18 pasar di Surabaya.

Menurut Dewi, kios-kios ini berfungsi sebagai sarana pengendalian harga dan penyediaan bahan pokok dengan harga yang wajar.

“Kios TPID ini sebagai sarana pengendalian harga dan pemenuhan bahan pokok dengan harga wajar,” ujarnya.

Di sisi lain, untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah, Pemkot Surabaya juga mendorong peningkatan produksi lokal, termasuk kegiatan tanam dan panen padi, bawang merah, serta cabai.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Surabaya.

Pemkot Surabaya juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam berbelanja.

Dewi mengimbau agar warga tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok pangan di Surabaya dianggap mencukupi.

“Ketersediaan stok pangan di Kota Surabaya cukup, kami meminta masyarakat untuk tenang dan tidak perlu membeli dalam jumlah berlebihan,” tegas Dewi.

TPID Kota Surabaya bersama instansi terkait juga akan melakukan peninjauan langsung ke pasar-pasar tradisional, distributor, dan toko swalayan.

Langkah ini diambil untuk mencegah potensi penimbunan bahan pokok yang dapat memicu lonjakan harga.

“Peninjauan dilakukan untuk mengecek kondisi ketersediaan bahan pokok serta mencegah adanya penimbunan, sehingga ketersediaan dan harga bahan kebutuhan pokok di Surabaya dapat terjamin dan terkendali,” tuturnya.

Ke depan, Pasar Murah dan Operasi Pasar akan terus diintensifkan hingga mendekati puncak Nataru 2025.

Dewi menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen Pemkot Surabaya dalam memberikan akses barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

“Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan barang kebutuhan pokok dengan lebih terjangkau dan harga murah kepada masyarakat dan pedagang,” pungkas Dewi. (dim/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#pengendalian inflasi #tahun baru 2025 #Natal 2024 #nataru #tpid #tim pengendali inflasi daerah #pemkot surabaya