SURABAYA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2025 di Tulungagung mulai Selasa (5/11) hingga Kamis (7/11).
Ketua Baznas Jatim Ali Maschan Moesa mengatakan pentingnya penyusunan RKAT sebagai langkah strategis yang harus diselesaikan di akhir tahun.
“Penyusunan RKAT adalah salah satu hal yang harus dilakukan di akhir tahun. Misalnya, jika Baznas Tulungagung memiliki target Rp 12 miliar, maka akan disusun rencana pengumpulan dana dari berbagai sumber, serta pendistribusiannya ke berbagai program," ujarnya, Rabu (6/11).
Ali Maschan juga menekankan bahwa RKAT yang disusun dengan baik dan mengisi seluruh formulir yang ada dapat memastikan parameter kegiatan yang terukur.
"Dengan demikian, insyaallah jika penyusunan selesai dan formulir-formulir yang ada diisi dengan baik yang jumlahnya cukup banyak, semuanya akan terukur parameternya,” jelasnya.
Lebih lanjut Ali Maschan menyampaikan harapannya agar upaya pengumpulan dana yang maksimal dapat meningkatkan bantuan kepada masyarakat, terutama fakir miskin.
“Harapannya, ke depan yang penting adalah kita bisa menghimpun dana yang lebih banyak agar dapat membantu masyarakat dan fakir miskin secara lebih luas. Sebab, jumlah orang miskin tidak semakin berkurang, melainkan semakin bertambah,” katanya
Ali Maschan juga menyoroti beberapa contoh penyaluran dana zakat melalui berbagai program yang dilakukan di Jawa Timur.
“Sebagai contoh, di Jawa Timur setiap tahunnya kami menyalurkan bantuan untuk perbaikan 1.001 rumah tidak layak huni (rutilahu), dengan bantuan per rumah sebesar Rp 20 juta. Kami juga memberikan bantuan kepada lansia fakir sebatang kara. Di Jawa Timur, terdapat sekitar 700 lansia fakir yang menerima santunan Rp600 ribu setiap bulan seumur hidup,” katanya.
Ali Maschan menambahkan tiap tahun Baznas berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghimpun zakat dari warga.
"Nanti kami salurkan lagi ke yang berhak menerima," ungkap Ali Maschan.
Untuk mewujudkannya Baznas pun gencar menghimpun zakat.
Pada 2023 lalu perolehan zakat dari seluruh Jawa Timur sekitar Rp 36 miliar.
Jelang akhir tahun ini bisa lebih banyak lagi. Dengan begitu, bisa ikut membantu dan menyejahterakan warga yang berhak menerima.
“Banyak program kami. Termasuk di antaranya pemberdayaan UMKM dan lain sebagainya. Makanya kami berusaha menghimpun dana sebanyak-banyaknya dari masyarakat untuk membantu sesama,” jelasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa