SURABAYA – Bank Syariah Indonesia (BSI) terus memberikan layanan terbaik bagi nasabahnya.
Salah satu bentuk layanan terbaik itu adalah relokasi Kantor Cabang Pembantu (KCP) Surabaya Universitas Airlangga (Unair) yang berlokasi di Kampus C-MERR.
Regional CEO BSI VIII Surabaya Jajang Abdul Karim mengatakan, masuk tahun ketiga operasional, kinerja BSI menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
“Aset, dana pihak ketiga maupun pembiayaan mencatat pertumbuhan tertinggi,” ungkap Jajang di sela peresmian relokasi kantor BSI KCP Surabaya Unair, Selasa (29/10).
Lebih jauh Jajang menjelaskan, meski masih relatif muda namun sejumlah capaian sudah dicatat BSI. Salah satunya sebagai Top Five Bank Terbaik di Indonesia versi Forbes.
“Bersama Baznas, BSI juga berhasil menyalurkan zakat di tahun 2024 senilai Rp 223 miliar,” sambungnya.
Eskspansi pun terus dilakukan oleh BSI. Bahkan, Jajang menyebut ekspansi tidak hanya dilakukan di Indonesia tapi juga di luar negeri.
“Bank Syariah Indonesia menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang punya cabang di Dubai,” ungkapnya.
Bahkan, lanjut Jajang, dalam waktu dekat BSI juga akan menambah cabang baru di luar negeri.
‘’Kami mohon doanya supaya dalam waktu dekat BSI bisa membuka cabang di Jeddah, Makkah dan Madinah,” ujar Jajang.
Jajang menyebut melalui ekosistem ekonomi Islam, BSI terus memberikan energi baru bagi Indonesia.
“Kami ingin memberikan layanan bank yang unggul, modern dan konsisten bagi 200 juta lebih umat muslim di Indonesia,” ungkapnya.
Jajang menyebut sebagai sahabat finansial, sosial dan spiritual, BSI selalu berkomitmen untuk memberikan solusi keuangan yang komprehensif dan berlandaskan pada nilai-nilai syariah.
“Sebagai sahabat finansial, BSI berkomitmen untuk menyediakan produk dan layanan perbankan syariah yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Sebagai sahabat sosial, BSI aktif dalam memberikan donasi maupun beasiswa. Sebagai sahabat spiritual, semoga relokasi kantor baru ini bisa memberikan manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unair Mohammad Nasih mengaku sudah tak sabar melihat BSI menjadi bank terbesar di Unair.
“Semoga BSI menjadi bank yang menarik sehingga semakin banyak mahasiswa yang mengalihkan pilihannya ke BSI,” kata Nasih.
Ia juga mengingatkan bahwa syariah bukan hanya sekadar bentuk, tapi juga menjadi sebuah substansi.
“Nama itu tak penting. Yang penting adalah penerapan prinsip kesyariahannya
Contoh tidak mendolimi nasabah. Syariah itu memudahkan dan menggembirakan, bukan mengecewakan orang lain, terutama nasabah,” pungkas Nasih. (opi)
Editor : Nofilawati Anisa