Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Keyakinan Investasi di Saham Terjaga, BEI Sebut 938 Perusahaan Tercatat di Pasar Modal

Nofilawati Anisa • Rabu, 23 Oktober 2024 | 20:59 WIB
ILUSTRASI: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
ILUSTRASI: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.

SURABAYA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah mencapai level 7.760,060 pada 18 Oktober 2024.

Pencapaian itu naik 6,70 persen bila dibandingkan dengan posisi Desember 2023.

Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar bursa pada tanggal yang sama juga mencapai Rp 12.967 triliun atau bertumbuh 11 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2023, yaitu Rp 11.674 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menjelaskan, IHSG dan kapitalisasi pasar bursa pada tahun 2024, juga mencatatkan rekor tertinggi baru.

Tepatnya pada 19 September 2024 mencapai posisi 7.905,30 dan kapitalisasi pasar menembus angka Rp 13.475 triliun.

“Aktivitas pencatatan efek baru saham jumlahnya masih terus bertumbuh,” ungkap Kautsar dalam keterangan resminya, Rabu (23/10).

Ia menjelaskan, hingga 18 Oktober 2024, BEI telah mencatatkan 36 Perusahaan Tercatat saham baru.

Dengan data tersebut, total perusahaan yang tercatat di pasar modal mencapai 938 perusahaan.

Sedangkan perdagangan produk obligasi melalui SPPA, rata-rata transaksi hariannya mencapai Rp 993 miliar atau bertumbuh 44,7 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2023 dengan rata-rata transaksi hariannya sebesar Rp686 miliar.

“Aktivitas perdagangan produk Non-Saham (Right, Warrant, Structured Warrant, KIK, dan Derivatif) sampai dengan 18 Oktober 2024 total nilai transaksi mencapai Rp 3,75 triliun dibandingkan posisi nilai transaksi pada akhir tahun 2023 sebesar Rp 8,90 triliun,” ungkapnya.

Sementara, untuk kelas aset yang baru, yaitu Unit Karbon, terdapat Rp 6,15 miliar total transaksi sampai dengan 18 Oktober 2024.

Sedangkan total jumlah investor di pasar modal hingga 18 Oktober mencapai 14,2 juta atau mengalami peningkatan lebih dari 2 juta investor baru. Angka itu naik 16 persen dari tahun 2023.

“Partisipasi investor ritel pun masih terjaga selama tahun 2024 ini, selaras dengan meningkatkan partisipasi dari investor institusi. Hal tersebut mencerminkan keyakinan investasi di pasar saham yang masih terjaga,” ujar Kautsar. (opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#jumlah perusahaan tercatat di pasar modal #bursa efek indonesia (bei) #investasi saham #pencatatan efek #bursa karbon