Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tingkatkan Literasi Keuangan Keluarga, Asuransi Kitabisa Dorong Ibu-Ibu di Surabaya Jadi Garda Terdepan

Moh. Afik • Minggu, 22 September 2024 | 23:50 WIB

 

LITERASI KEUANGAN: Bryan Silfanus (dua dari kanan) dan Annisa Steviani (kiri) bersama ibu-ibu muda dalam workshop keuangan Saling Jaga Ibu Berdaya yang digelar Asuransi Kitabisa.
LITERASI KEUANGAN: Bryan Silfanus (dua dari kanan) dan Annisa Steviani (kiri) bersama ibu-ibu muda dalam workshop keuangan Saling Jaga Ibu Berdaya yang digelar Asuransi Kitabisa.

SURABAYA - Untuk menggencarkan edukasi keuangan sekaligus mendukung para ibu, Asuransi Kitabisa menyelenggarakan kegiatan workshop keuangan Saling Jaga Ibu Berdaya di empat kota di Indonesia. Acara menarik ini dimulai dari Surabaya.

Direktur Utama Asuransi Kitabisa, Bryan Silfanus, menjelaskan, kegiatan Saling Jaga Ibu Berdaya ini sengaja diawali dari Surabaya, karena Jatim dan Surabaya memiliki potensi market yang besar untuk dikembangkan kedepan.

Apalagi para ibu memiliki peran sangat penting dalam pengelolaan keuangan keluarga.

Para ibu merupakan manager keuangan yang handal dalam keluarga. Sehingga literasi dan pengelolaan keuangan mereka harus terus ditingkatkan.

“Asuransi Kitabisa memang besar di Jabodetabek. Namun kami melihat Jatim dan Surabaya interestnya mulai naik. Makanya kegiatan ini kami mulai dari sini. Tujuannya untuk memberikan edukasi dan meningkatkan literasi keuangan terutama pada ibu-ibu. Sebab ibu-ibu memiliki peran sangat penting dalam pengelolaan keuangan keluarga,” ungkap Bryan, Sabtu (21/9).

Dia yakin, dengan membaiknya literasi keuangan mereka maka penetrasi Asuransi Kitabisa juga akan semakin bagus.

Itulah sebabnya, banyak ibu-ibu muda yang terlibat dalam kegiatan ini. Sebab, mereka juga sudah melek terhadap teknologi.

Dan itu bagian dari strategi yang dijalankan Asuransi Kitabisa untuk memperluas digital marketnya.

Sebab, saat ini yang paling efektif untuk menjangkau market yang lebih luas di luar Jabodetabek lewat digital.

Selain itu, potensi digital marketnya juga sangat besar dan akan terus berkembang.

“Memang saat ini kontribusi digital market terhadap total nasabah yang diatas 1 juta, masih kecil yakni dibawah lima persen. Namun kami melihat potensi digital market yang bisa dikembangkan cukup besar. Memang perlu waktu dan banyak improvement,” tambahnya.

Kegiatan workshop literasi keuangan ini juga dimaksudkan untuk memeriahkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang digagas oleh OJK.

Kegiatan ini juga menghadirkan perencana keuangan bersertifikasi sekaligus content creator, Annisa Steviani.

Lewat paparannya, dia memberikan pemahaman lebih lanjut seperti bagaimana cara mengelola keuangan, manajemen utang, hingga mempersiapkan kematian.

Kegiatan ini diharapkan bisa membuka wawasan para ibu tentang pentingnya merencanakan masa depan secara menyeluruh, menciptakan stabilitas finansial dan tentu ketenangan bagi keluarga.

"Pengelolaan keuangan itu tidak cuma fokus pada pendidikan anak, investasi pensiun, dan pengelolaan utang tapi juga persiapan kematian agar bisa merasakan kehidupan dengan lebih tenang, salah satunya lewat asuransi jiwa," ujar Annisa.

Bryan mengapresiasi para ibu yang tangguh dan sudah bergabung menjadi peserta Asuransi Kitabisa.

Menurutnya, asuransi jiwa sebenarnya tanda sayang untuk keluarga.

"Dengan kita gabung asuransi jiwa, kita sudah menjaga masa depan keluarga dengan tolong-menolong antarpeserta. Kalau kita harus berpulang lebih dulu, kasih sayang kita terus mengalir ke mereka karena kita sudah siapkan santunan dari asuransi jiwa, yang nantinya bisa dipakai untuk biaya sekolah anak, buat kebutuhan sehari-hari, melunasi cicilan, dan kebutuhan lainnya," tutup Bryan. (fix/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#asuransi #ibu-ibu #content creator #asuransi kitabisa #kita bisa #literasi keuangan #surabaya #edukasi #workshop #keuangan