Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dukung Pertumbuhan Bisnis dan Green Energy, HSBC Beri Kredit Lunak Senilai USD 20 Juta

Moh. Afik • Jumat, 13 September 2024 | 05:19 WIB

 

MOU: Dari Kiri: Richard Cahadi, Henry Suwignjo, Francois de Maricourt, Delia Melissa,Alan Karyono foto usai teken  MoU antara HSBC dengan PT Bambang Djaja, Borwita Group, PT Mega Global Food Industry
MOU: Dari Kiri: Richard Cahadi, Henry Suwignjo, Francois de Maricourt, Delia Melissa,Alan Karyono foto usai teken MoU antara HSBC dengan PT Bambang Djaja, Borwita Group, PT Mega Global Food Industry

SURABAYA - Untuk mendukung pertumbuhan industri dan green energy di Jatim, Bank HSBC memberikan fasilitas kredit dengan total nilai USD 20 juta.

Kredit tersebut diberikan kepada tiga perusahaan berbeda bidang usahanya yakni PT Bambang Djaja, produsen transformator daya, Borwita Group, distributor FMCG, logistic dan e-Commerce enabler serta PT Mega Global Food Industry, bagian dari Kokola Group.

Delia Melissa, Head of Global Trade Solutions HSBC Indonesia, menjelaskan, HSBC memang sedang fokus terhadap masalah supply chain dan transisi energi.

Hal ini agar perusahaan tetap bisa menjaga sustainability dan mengoptimasi working capital mereka.

Dijelaskan, PT Bambang Djaja merupakan perusahaan yang menjadi leading player dalam transisi energi.

Untuk itu, pihaknya memberikan semacam bank guaranty atau sustainable trade instrument.

Hal ini merupakan dukungan HSBC terhadap kliennya yang fokus pengembangan green energi.

Sedangkan dengan Borwita Group dan PT Mega Global Food Insutry (Kokola Group) HSBC memberikan supply chain finance.

Hal ini dimaksudkan agar supply chain mereka berjalan lancar.

Buyer dan supplier bisa mendapatkan percepatan pembayaran untuk mengoptimasi working capital mereka.

“Kedepan HSBC akan fokus terhadap digitalisasi ekonomi dan membantu klien yang ingin melakukan transisi dan mengoptimize cash management mereka. Kami harapkan nasabah HSBC open mind untuk world opportunity mereka,” kata Delia usai Signing Ceremony di Westin Hotel, Surabaya, Kamis (12/9).

Henry Suwignjo, Direktur PT Bambang Djaja menjelaskan, salah satu keunggulan green financing ini adalah mensupport lingkungan yang semakin panas karena perubahan iklim.

PLN dan negara-negara berkembang dan maju juga mulai konsen terhadap iklim.

Salah satu insentif yang diberikan perbankan untuk perusahaan yang konsen dengan iklim adalah green card.

Pihaknya sudah lama berkomitmen untuk mendukung tranformasi green energi.

Hal ini dibuktikan dari dukungannya terhadap penggunaan travo untuk green energi PLTS di Cirata, Jabar.

Dia mengaku sudah kerja sama dengan HSBC sejak 2013. Khusus untuk kerja sama kali ini, green financing yang diberikan HSBC sebesar USD 3 juta dengan rate khusus dan tenor satu tahun.

Dana itu akan digunakan untuk pengembangan program-program yang berhubungan dengan green environment.

“Nanti kalau ada kebutuhan yang berhubungan dengan green energy, kita tentu disupport lagi,” katanya.

Dia mengaku, saat ini pengerjaan fasilitas green energy memang masih terbatas.

Namun begitu dia mengaku ada beberapa PLTS lain yang sedang dikerjakan bersama perusahaan swasta lainnya.

Sementara di IKN pihaknya juga masuk namun sebagai mitra PLN untuk pengembangan green energy.

“Pasar green energy cukup bagus dan terus berkembang. PLN plant hingga 2030 akan terus tingkatkan bauran pembangkit Listrik menggunakan energi terbarukan. Dan itu bagus. Indonesia tidak ketinggalan dari negara maju,” ungkap Henry.

Sementara itu, Alan Karyono, Managing Director PT Borwita Citra Prima, menambahkan, kondisi bisnis retail tahun ini cukup berat disbanding tahun sebelumnya.

Hal ini karena kondisi ekonomi yang melembat dan daya beli massyarakat yang menurun.

Kendati begitu, dia masih optimistis tahun ini tetap ada pertumbuhan.

Untuk itu kerja sama dengan HSBC dalam bentuk supply chain solution ini sangat membantu sehingga perputaran cash bisa lebih cepat dan lebih efisien.

“Kerja sama dengan HSBC ini akan membantu dalam me-manage working capital kita. Juga lebih efektif dan efisien dalam perputaran cash kita. Apalagi disaat top-line belum sesuai harapan kita, maka bantuan perbankan seperti HSBC ini sangat membantu. Dananya akan kami gunakan untuk kebutuhan supply toko-toko, retail dan grosir serta modern market,” pungkas Alan. (fix/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#kerja sama #plts #green energy #pln #energi terbarukan #kredit lunak #green financing #hsbc