JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) - Generasi muda di Indonesia semakin memiliki kesadaran untuk mengelola keuangan, khususnya untuk investasi.
Namun mereka perlu diberi pemahaman akan pentingnya mempersiapkan terlebih dahulu dana darurat dan asuransi, terutama asuransi kesehatan.
Meta Lakhsmi, Head of Investment Communication & Fund Development di Allianz Life Indonesia mengatakan, generasi muda saat ini semakin sadar akan pentingnya investasi.
Namun, dua hal mendasar yang sebenarnya perlu diutamakan adalah dana darurat dan asuransi.
“Kedua hal ini sering kurang diperhatikan. Tanpa perlindungan asuransi, masalah kesehatan bisa saja menyebabkan beban keuangan karena biaya pengobatan," kata Meta secara daring, Rabu (7/8).
Untuk itu, asuransi kesehatan menjadi prioritas utama yang harus dimiliki setiap individu, diikuti asuransi kondisi kritis dan asuransi jiwa.
Ada dua jenis asuransi kesehatan yang umum dikenal, yaitu asuransi kesehatan tradisional (standalone) dan asuransi unit link atau yang lebih dikenal sebagai rider.
Asuransi tradisional melindungi salah satu risiko hidup seperti sakit atau meninggal dunia.
Premi yang dibayarkan hanya untuk biaya asuransi tanpa ada potensi hasil investasi.
Sedangkan produk unit link selain untuk asuransi kesehatan, dana premi ada yang dialokasikan untuk investasi.
Namun yang sering menjadi keluhan nasabah terkait produk unit link adalah ketika nilai tunai atau manfaat investasi mengalami penurunan sehingga merasa rugi.
Nilai tunai sendiri dipengaruhi oleh kinerja pasar dan harus dilihat secara jangka panjang.
“Miskonsepsi ini menyebabkan nasabah memiliki ekspektasi yang berbeda dengan manfaat dan perlindungan yang didapatkan. Penting untuk dipahami bahwa manfaat utama asuransi unit link adalah perlindungan jangka panjang,” tambah Meta.
Sementara itu, Himawan Purnama, Country Chief Product Officer Allianz Life Indonesia menambahkan, nasabah hendaknya memilih asuransi sesuai kebutuhan.
Sebelum membeli produk asuransi kesehatan, sebaiknya memahami dulu kebutuhan proteksi dan memperhatikan rekam jejak perusahaan asuransi.
Sebagai perbandingan, asuransi kesehatan tradisional hanya fokus pada perlindungan kesehatan.
Sedangkan rider asuransi kesehatan pada unit link bisa ditambahkan berbagai perlindungan lain, seperti penyakit kritis, payor, kecelakaan dan cacat tetap serta manfaat lainnya sesuai kebutuhan.
“Premi awal asuransi kesehatan tradisional bisa saja lebih murah, namun kenaikan setiap tahunnya bisa lebih cepat. Sedangkan, asuransi kesehatan unit link memiliki tambahan unsur investasi,” ujarnya.
Asuransi kesehatan tradisional disarankan bagi mereka yang masih muda atau first jobber karena premi awal yang terjangkau namun tetap mendapatkan manfaat proteksi.
Sedangkan, asuransi kesehatan unit link lebih cocok bagi mereka yang sudah mapan dan membutuhkan proteksi yang lebih lengkap.
"Generasi muda perlu memahami bahwa asuransi bukan hanya sebagai proteksi kesehatan, tetapi bagian penting dari perencanaan keuangan. Dengan memprioritaskan asuransi, kita dapat memastikan bahwa kita siap menghadapi risiko finansial yang mungkin timbul kelak," tutup Himawan. (fix/nur)
Editor : Nurista Purnamasari