Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Triwulan II, Penyaluran Kredit Perbankan Meningkat

Nurista Purnamasari • Jumat, 26 Juli 2024 | 16:46 WIB
PRODUKTIF: Kredit modal kerja menjadi salah satu pendorong naiknya penyaluran kredit pada triwulan II 2024.
PRODUKTIF: Kredit modal kerja menjadi salah satu pendorong naiknya penyaluran kredit pada triwulan II 2024.

JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) – Berdasarkan Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan II 2024 meningkat.

Asisten Gubernur, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menuturkan, capaian kenaikan penyalutan kredit ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 89,1 persen, lebih tinggi dari 60,8 persen pada triwulan sebelumnya.

“Meningkatnya pertumbuhan penyaluran kredit baru tersebut terjadi pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali kredit konsumsi,” jelasnya, dikutip Kamis (25/7).

Dari hasil survei menunjukkan responden memprakirakan pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun 2024 tetap optimistis, dengan prakiraan outstanding kredit yang terus tumbuh.

Optimisme tersebut antara lain didorong oleh prospek kondisi moneter dan ekonomi serta relatif terjaganya risiko dalam penyaluran kredit.

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit baru yang meningkat terindikasi pada hampir seluruh jenis kredit, yaitu pada kredit modal kerja (SBT 87,6 persen) dan kredit investasi (SBT 88,5 persen).

Sementara itu, kredit konsumsi (SBT 60,8 persen) terindikasi lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya.

Berdasarkan jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit baru yang meningkat terjadi pada hampir seluruh jenis kredit, yaitu kendaraan bermotor (SBT 27,0 persen), kartu kredit (SBT 73,6 persen), multiguna (SBT 58,4 persen), dan kredit tanpa agunan (SBT 71,5 persen).

Adapun kredit KPR tercatat melambat (SBT 56,2 persen).

“Secara sektoral, pertumbuhan penyaluran kredit baru tertinggi terjadi pada sektor konstruksi (SBT 81,7 persen), diikuti sektor industri pengolahan (SBT 54,0 persen), serta sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi (SBT 69,5 persen),” jelas Erwin.

Secara triwulanan (qtq), penyaluran kredit baru pada triwulan III 2024 diprakirakan meningkat.

Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru triwulan III 2024 yang sebesar 93,6 persen, lebih tinggi dibandingkan SBT 89,1 persen pada triwulan sebelumnya.

Standar penyaluran kredit pada triwulan III 2024 diprakirakan sedikit lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya.

Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) positif sebesar 2,6 persen.

Sementara itu, suku bunga kredit diprakirakan lebih longgar.

“Mayoritas aspek kebijakan penyaluran kredit diprakirakan lebih ketat, khususnya biaya persetujuan kredit. Sementara itu, suku bunga kredit diprakirakan lebih longgar,” terang Erwin.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan III 2024 diprakirakan meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Prakiraan peningkatan DPK tersebut terindikasi dari SBT pertumbuhan DPK sebesar 84,5 persen, lebih tinggi dibandingkan 79,1 persen, pada triwulan sebelumnya.

Peningkatan pertumbuhan DPK diprakirakan terjadi pada seluruh jenis instrumen, yaitu giro (SBT 48,2 persen), tabungan (SBT 81,5 persen), dan deposito (SBT 79,5 persen). (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#dpk #sbt #bank indonesia #kredit perbankan #dana pihak ketiga