Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Optimis Tumbuh 40 Persen, Bank Maspion Perkuat Kredit Segmen Korporasi dan Digital Banking

Moh. Afik • Jumat, 14 Juni 2024 | 14:05 WIB
GARAP KORPORASI: Dari kiri, Iis Herijati, Ivan Adrian Sumampow, Kasemsri Charoensiddhi, Deasy Wulaningsih, Theresia Endah Winarni dan Iwan Djayawasita menjelaskan rencana bisnis Bank Maspion ke depan.
GARAP KORPORASI: Dari kiri, Iis Herijati, Ivan Adrian Sumampow, Kasemsri Charoensiddhi, Deasy Wulaningsih, Theresia Endah Winarni dan Iwan Djayawasita menjelaskan rencana bisnis Bank Maspion ke depan.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Pasca diakuisisi Kasikorn Bank Thailand (K-Bank), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) langsung melakukan langkah strategis.

Selain memperkuat segmen kredit untuk korporasi dan komersial, juga memperluas market segmen anak muda lewat layanan digital banking.

Direktur Marketing Bank Maspion, Theresia Indah Winarni menjelaskan, sebelum diakuisisi K-Bank, Bank Maspion memang banyak menyasar penyaluran kredit ke segmen UMKM dan mikro.

Namun pasca akuisisi dimana K-Bank menguasai 84,55 persen saham, kini Bank Maspion mulai agresif menyasar segmen korporasi dan komersial.

“Sekarang kami memang aktif menggarap pasar korporasi dan komersial yang dulunya tidak pernah kami lakukan. Sebab K-Bank, merupakan bank terbesar kedua di Thailand setelah Bankok Bank. Kami yakin tahun ini ada growth 40 persen,” kata Theresia saat public expose, Kamis (13/6).

Kendati begitu, lanjutnya, pihaknya tetap memperhatikan segmen UMKM dan mikro.

Sebab, segmen ini memiliki potensi market yang cukup besar khususnya di Jatim yang perlu mendapat dukungan perbankan.

Bahkan pihaknya juga aktif melakukan pertemuan dengan kalangan pengusaha Jatim dan Thailand lewat program Thai Entrepreneur – Meet East Java untuk menggali potensi-potensi bisnis yang dikerjasamakan.

“Ini juga bagian dari strategi untuk memperkuat supply chain. Dengan begitu kami bisa masuk di korporasi dan juga UMKM-nya. Karena banyak supply chain ini melibatkan banyak UMKM seperti para supplier, distributor dan lainya,” tambahnya.   

Hingga kuartal I tahun 2024 (Q1/2024) emiten dengan kode perdagangan BMAS ini mencatat kinerja mengembirakan.

Jumlah kredit yang disalurkan mencapai 14,27 triliun naik signifikan 52,67 persen dari tahun lalu periode yang sama.

Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meraup Rp 11,91 triliun, naik 6,74 persen dari tahun lalu.

Sementara laba bersih perseroan selama Q1/2024, mencapai Rp 41,63 miliar atau naik 95,73 persen periode yang sama tahun lalu (yoy).  

Dari jumlah kredit tersebut sekitar 40 persen disalurkan untuk segmen korporasi dan komersial.

Sekitar 20 persen untuk segmen UMKM dan mikro. Dan sisanya untuk kredit yang lain.

Bahkan pihaknya terlibat dalam beberapa kredit sindikasi korporasi untuk beberapa proyek yang nilainya cukup besar seperti transportasi, infrastruktur, logistik dan lainnya.

“Sementara untuk kredit UMKM dan mikro, selain kami salurkan langsung (direct) kami juga kerja sama dengan lembaga finance untuk menyalurkan kredit. Kami tetap berhati-hati untuk me-manage resiko,” ujar Ivan Adrian Sumampouw, Direktur Kredit BMAS. 

Terkait pengembangan market terutama untuk kalangan muda, Theresia menambahkan, segmen milenial memang manjadi fokus untuk pengembangan kedepan. Selain potensi marketnya cukup besar juga akan terus bertumbuh.

Untuk itu, pihaknya akan terus menyesuaikan demand kalangan muda dengan memperkuat mobile banking dan internet banking.

Hingga saat ini jumlah nasabah internet banking dan mobile banking juga terus meningkat.

Untuk internet banking nasabahnya sebanyak 8.023 orang. Sedangkan mobile banking sebanyak 31.569 orang.

Sementara frekuensi transaksinya juga terus bertumbuh. Untuk internet banking sebanyak 181.792 kali dengan nilai sebesar Rp 13,3 triliun dan mobile banking sebanyak 1.206.198 kali transaksi senilai Rp 2,05 triliun.

Dia yakin tahun ini jumlah nasabah mobile banking dan internet banking akan terus meningkat terutama dari kalangan muda dan UMKM.

Pihaknya juga terus memperbanyak fitur dan merchant yang dibutuhkan konsumen serta memberikan banyak promo menarik.

“Sekarang hampir semua kegiatan bisnis dan fasilitas perbankan bisa dilakukan lewat HP. Melalui aplikasi, menjadi nasabah cukup lewat HP. Bahkan kami membebaskan biaya semua transaksi lewat HP baik dengan Bank Maspion maupun antar bank. Semua free biaya,” pungkas Theresia. (fix/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#korporasi #digital banking #bank maspion #Kasikorn Bank Thailand #perbankan