Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Mata Uang Emas Bisa Jadi Solusi Pengganti Uang Fiat

Rahmat Sudrajat • Jumat, 31 Mei 2024 | 20:04 WIB
Ilustrasi mata uang emas.
Ilustrasi mata uang emas.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) – Saat ini kondisi nilai mata uang memang tengah fluktuatif.

Belum lagi ketidakpastian ekonomi global menimbulkan keresahan tersendiri.

Beberapa pihak bahkan mengusulkan penggantian mata uang konvensional dengan emas. 

Gagasan itu menarik perhatian banyak orang karena emas dianggap memiliki nilai intrinsik yang stabil.

Menurut pakar ekonomi syariah, Lina Nugraha Rani, mata uang emas memiliki beberapa keunggulan dibandingkan uang fiat.

Secara fisik, emas tidak mudah hancur serta mampu bertahan disimpan dalam jangka waktu yang lama.

“Emas memiliki nilai intrinsik, terbukti memiliki tingkat harga yang stabil dari tahun ke tahun, mampu menjadi pelindung nilai ketika inflasi, dan pelindung aset ketika terjadi ketidakpastian perekonomian," kata Lina.

Selain itu, emas memiliki kelebihan dalam nilai intrinsiknya dan mampu menjadi pelindung ketika terjadi inflasi. 

Penggunaan mata uang emas memiliki peluang dalam memberikan solusi atas permasalahan inflasi yang disebabkan oleh penggunaan uang fiat.

"Penerapan uang berbasis emas memerlukan upaya yang cukup tinggi dan tantangan besar, terutama jika tidak semua negara menggunakannya," terang dosen Ekonomi Islam FEB UNAIR itu.

Tantangan kembali ke emas, menurut Lina, meskipun emas memiliki banyak keunggulan, penerapan kembali standar emas dalam perekonomian global saat ini memerlukan persiapan yang sangat tinggi.

"Ini merupakan tantangan besar bagi sebuah negara dan bank sentral. Semua negara harus menerapkan sistem dinar emas secara bersamaan untuk mendapatkan manfaat optimal. Jika hanya satu negara yang menerapkannya, sistem tersebut tidak akan efektif," ungkapnya.

Sementara itu, sejarah penggunaan emas yang merujuk pada penelitian tentang penggunaan dinar dan dirham dalam perdagangan Arab sebelum masa Islam. 

Emas dan perak telah menjadi bagian integral dari sistem ekonomi sejak zaman dahulu, dengan nilai yang ditentukan oleh beratnya bukan hanya nominalnya.

Namun, penggunaan uang fiat yang lebih mudah dicetak dan dianggap lebih praktis telah menggantikan peran emas dalam sistem keuangan modern.

"Sebelum kemunculan Islam, emas dan perak telah digunakan oleh bangsa Lydia sejak tahun 570-546 SM sebagai alat tukar. Praktik ini diikuti oleh bangsa Yahudi dan Yunani, dan kemudian oleh bangsa Romawi dengan uang emas Denarius," pungkasnya.

Itulah kenapa Sebagian pakar beranggapan penggunaan uang emas dapat menjadi solusi mengatasi fluktuasi mata uang dan kondisi ekonomi global. (rmt/nur)

 

Editor : Nurista Purnamasari
#mata uang emas #Fluktuatif #uang fiat #emas