SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - Untuk mendukung pertumbuhan dunia usaha, terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Surabaya, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menggelar pameran produk UMKM.
Acara dengan tema Pekan Raya BFI Finance ini digelar di Atrium WTC Surabaya tanggal 24-30 Maret 2024.
Bambang Hartoyo, Area Manager BFI Finance Surabaya mengatakan, kegiatan Pekan raya BFI Finance sebenarnya sudah pernah dilakukan di kota lain.
Namun khusus di Surabaya kegiatan ini baru pertama kalinya diadakan.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk semakin mendekatkan BFI Finance pada masyarakat.
Sehingga mereka semakin mengenal berbagai produk pembiayaan BFI Finance yang bisa mereka manfaatkan untuk pengembangan berbagai keperluan bisnis maupun lainnya.
“Tidak ada target khusus dalam kegiatan ini, Kami ingin lebih dekat pada masyarakat sekalian mengenalkan update produk BFI Finance yang bisa dimanfaatkan masyarakat terutama di saat Ramadhan,” kata Bambang disela acara Pekan Raya BFI Finance, Senin (25/3).
Dikatakan Bambang, Surabaya merupakan market yang cukup besar setelah Jakarta.
Kontribusinya terhadap market BFI nasional sekitar 10 persen atau menempati posisi kedua setelah Jakarta.
Sebab itu, pihaknya harus intensif menjaga agar market tetap bisa bertahan dan bertumbuh.
Sebab itu, dalam event kali ini pihaknya juga menggandeng sekitar 17-20 pelaku UMKM di Surabaya dimana beberapa diantaranya merupakan UMKM binaan BFI Finance.
Ada beragam produk yang dipamerkan seperti parfum, aksesoris, aneka makanan dan minuman serta yang lain.
Selama kegiatan, pihaknya menyediakan beragam promosi produk pembiayaan multiguna.
Untuk pembiayaan dengan jaminan sertifikat rumah bunganya 0,9 persen serta cashback Rp 100 ribu untuk jaminan kendaraan roda dua.
Sedangkan untuk jaminan BPKB kendaraan roda empat ada cashback atau parcel senilai jutaan rupiah.
“Pembiayaan UMKM di Surabaya cukup besar. Salah satunya lewat Srikandi yang menyasar kaum wanita. Dan event ini merupakan kelanjutannya. Kami memfasilitasi dan mendukung UMKM untuk bertumbuh dan berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia,” tambahnya.
Soal target tahun ini, Bambang mengaku sangat optimistis. Hal ini terlihat dari tren pembiyaan yang disalurkan selama kuartal I 2024 dimana pasarnya tumbuh skeitar 10-15 persen.
Dari jumlah pembiayaan yang disalurkan, sekitar 50 persen untuk modal usaha.
Sisanya untuk pembiayaan alat berat (20 persen), syariah dan refinacing properti sekitar 7 persen.
Segmen pembiayaan dengan jaminan kendaraan roda dua dan roda empat paling dominan yakni 61 persen.
“Pekan Raya BFI Finance ini merupakan bentuk dukungan kami pada pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan adanya pembiayaan modal kerja, para pelaku usaha khususnya UMKM bisa terus berkembang,” pungkas Bambang. (fix/nur)
Editor : Nurista Purnamasari