Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Gerakan Ekonomi Masyarakat, BRI Bantu Bangun Rumah Maggot dan Eco-Enzym di Kebonsari

Moh. Afik • Jumat, 22 Maret 2024 | 01:34 WIB
BRI Branch Office Surabaya, Jemursari, Fenny Amalo (kiri) saat menyerahkan bantuan pembangunan Rumah Maggot dan Eco-Enzym di Kebonsari kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
BRI Branch Office Surabaya, Jemursari, Fenny Amalo (kiri) saat menyerahkan bantuan pembangunan Rumah Maggot dan Eco-Enzym di Kebonsari kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

SURABAYA (Radar Surabaya Bisnis) - BRI Regional Office (RO) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan sekaligus Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Hal ini ditandai dengan pembangunan Rumah Maggot dan Eco-Enzym di Kebonsari, Jambangan, Surabaya.

Rumah Maggot dan Eco-Enzym ini tidak hanya akan berdampak positif terhadap penanganan masalah sampah organik di Surabaya.

Namun juga secara ekonomis akan menggerakan roda ekonomi rakyat secara berkelanjutan.

Pembukaan Rumah Maggot dan Eco-Enzym dilakukan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pada tanggal 18 Maret 2024.

Dalam acara tersebut juga dihadiri BRI Branch Office Surabaya, Jemursari, Fenny Amalo, sejumlah tokoh masyarakat dan juga penggerak lingkungan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya menyampaikan terima kasih atas peran BRI khususnya BRI BO Jemursari dalam mendukung pembangunan Rumah Maggot dan Eco-Enzym.

Karena membangun Rumah Maggot dan Eco-Enzym memerlukan dana yang tidak sedikit.

Ini menunjukan sinergi yang baik antara pemerintah, BRI dan masyarakat berdampak positif baik untuk pengelolaan lingkungan maupun ekonomi. Karena kebutuhan Maggot di Surabaya cukup tinggi.

Setiap hari rata-rata sekitar 5 ton maggot yang diperlukan di masyarakat untuk berbagai keperluan. Namun yang bisa dipenuhi hingga saat ini hanya sebagian kecil saja,

“Kami berharap, dengan adanya Rumah Maggot ini kebutuhan 5 ton maggot per hari bisa terpenuhi,” kata Eri Cahyadi, Senin (18/2).

Dikatakan Eri, pemanfaatan Rumah Maggot dan Eco-Enzym bisa mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Surabaya.

Sampah bisa menjadi sahabat yang bisa dikelola menjadi sesuatu yang menghasilkan uang.

“Ini yang akan kita kembangkan. Di Kebonsari ini menjadi pionir yang nantinya kita kembangkan ke seluruh wilayah Surabaya,” tambah Eri.

Sementara itu, Branch Manager BRI Jemursari, Fenny Amalo menyampaikan kegembiraannya atas kesuksesan proyek ini.

Proyek Rumah Maggot dan Eco-Enzym ini merupakan stimulan bagi masyarakat sekitar dari BRI melalui program pendanaan TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) BRI untuk masyarakat Kelurahan Kebonsari. Proyek ini sekaligus sebagai pilot project di Surabaya.

Jika berhasil maka BRI akan siap memberikan dukungan sepenuhnya untuk pengembangan Rumah Maggot dan Eco-Enzym di tempat yang lain.

Apalagi pemerintah memberikan dukungan sepenuhnya untuk pengembangan proyek ini.

"Kalau di sini berhasil, kita akan melihat pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan manfaat ekonomi yang besar," kata Fenny.

Salah satu penggerak Rumah Maggot di Kebonsari, Syarif Hidayat, menyampaikan terima kasih pada BRI atas bantuan untuk masyarakat Kebonsari.

Rumah Maggot dan Eco-Enzym sangat bermanfaat bagi warga Kebonsari.

“Ini luar biasa BRI sudah membantu masyarakat Kebonsari dengan membangun rumah maggot dan eco-enzym yang akan sangat bermanfaat,” kata Syarif. (fix/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#BRI Regional Office Surabaya #TJSL #eri cahyadi #bri #surabaya #Rumah maggot