Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Punya Peran Besar, Pasar Modal Jadi Indikator Kemajuan Ekonomi

Nurista Purnamasari • Selasa, 9 Januari 2024 | 17:39 WIB
INSTRUMEN PEREKONOMIAN: Pasar modal berperan mendorong pertumbuhan inklusif.
INSTRUMEN PEREKONOMIAN: Pasar modal berperan mendorong pertumbuhan inklusif.

JAKARTA - Pasar modal memiliki peran yang signifikan dalam memicu pertumbuhan inklusif, khususnya di sektor ritel karena akan meningkatkan literasi investasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani. Menurutnya, tumbuhnya investor di pasar modal menjadi gambaran positif peran mereka dalam perekonomian di Indonesia.

"Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan jumlah investor ritel di Indonesia tumbuh sangat pesat yang ditunjukkan dengan jumlah single investor identification (SID) di tahun 2023 yang tercatat mencapai 12,16 juta atau meningkat hampir lima kali lipat dalam empat tahun," kata Shinta dalam acara Dialog Arah Kebijakan Investasi & Pasar Modal 2024 – 2029 di Jakarta dikutip dari Antara, Senin (8/1).

Menurut Shinta, pasar modal menjadi salah satu instrumen penting dalam perekonomian dan menjadi indikator kemajuan ekonomi negara.

"Pasar modal menjadi katalisator yang akan mendorong koperasi untuk lebih menerapkan dan meningkatkan 'corporate governance', meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta juga keberlangsungan dalam operasional bisnis," kata dia.

Shinta mengungkapkan, pihaknya mendukung pertumbuhan pasar modal sebagai instrumen koperasi untuk mendapatkan pendanaan lokal dan asing sebagai sarana pertumbuhan usaha.

"Kami melihat bahwa penguatan pasar modal dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan dana pembangunan yang semakin kompleks dan melibatkan berbagai pihak," ujar Shinta.

Saat ini, ketidakpastian yang berkaitan dengan tahun politik menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pasar modal Indonesia.

Menurutnya, tahun politik meningkatkan kecenderungan wait and see semakin tinggi karena pelaku usaha, investor dan perusahaan membutuhkan jaminan kepastian hukum dan arah kebijakan ekonomi untuk mengambil keputusan strategis.

"Ini adalah pekerjaan rumah bagi kita, bagaimana sama-sama bisa merumuskan peningkatan penciptaan likuiditas, akselerasi, nilai tambah bagi investor dan memberikan penilaian pasar yang transparan terhadap kinerja usaha," kata Shinta.

Dengan demikian, Shinta berharap bahwa pemimpin baru nantinya dapat melanjutkan dan menyempurnakan kebijakan ekonomi, termasuk kebijakan di bidang pasar modal.

"Kami percaya bahwa pemimpin baru masih memiliki banyak kesempatan untuk melanjutkan juga menyempurnakan kebijakan ekonomi,” kata Shinta.

Sepanjang 2023, kinerja pasar modal Indonesia bertumbuh baik. Hal itu tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28 Desember 2023 yang ditutup pada level 7.303,89 atau meningkat 6,62 persen dari penutupan perdagangan tahun 2022.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat berada pada posisi Rp10,75 triliun.

Diikuti dengan volume transaksi harian di angka 19,8 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,2 juta kali.

Terdapat rekor baru dari sisi kapitalisasi pasar tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai angka Rp 11.762 triliun pada 28 Desember 2023.

Rekor baru lain juga tercatat dari sisi volume transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar 89 miliar lembar saham pada 31 Mei 2023. (ant)

Editor : Nurista Purnamasari
#ekonomi #investasi #pasar modal