SURABAYA - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus menunjukkan performa yang positif dari tahun ke tahun.
Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah Bank Jatim R. Arief Wicaksono menuturkan, program KUR adalah kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau invetasi kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha, dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak (feasible) namun belum memiliki agunan tambahan (unbankable).
Tujuannya, meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
”Kami bersyukur dalam perkembangannya, KUR Bank Jatim mendapatkan antusias luar biasa di kalangan masyarakat Jatim, khususnya pelaku UMKM. Hal tersebut dibuktikan dengan terus meningkatnya kuota dan angka penyaluran KUR bankjatimterhadap pelaku usaha sejak tahun 2021,” paparnya dalam Sosialisasi Kebijakan Penyaluran KUR Tahun 2024 dan Evaluasi Penyaluran KUR Tahun 2023, Jumat (5/1).
Pada tahun 2021, Bank Jatim mendapat kuota KUR sebesar Rp 700 miliar. Dari angka tersebut, yang berhasil disalurkan sebesar 88,7 persen. ”Untuk jumlah debitur KUR tahun 2021 sendiri sebanyak 4.928,” tutur Arief.
Selanjutnya, tahun 2022 Bank Jatim berhasil memperoleh kuota KUR senilai Rp 2,5 triliun. Persentase penyalurannya sekitar 95,19 persen dengan jumlah debitur 19.159 orang.
”Angkanya meningkat signifikan. Maka dari itu pada tahun tersebut, Bank Jatim berhasil mendapat penghargaan sebagai bank penyalur kredit KUR terbaik se-Jawa Timur,” tegas Arief.
Selanjutnya tahun 2023 kuota KUR Bank Jatim juga meningkat lagi, yaitu di angka Rp 2,89 triliun.
Yang sukses disalurkan sekitar 96 persennya dengan jumlah debitur 22.253.
Menurut Arief, semua data tersebut menunjukkan bahwa Bank Jatim sangat dipercaya oleh pemerintah untuk menjadi mitra KUR.
Terlebih lagi, Bank Jatim juga telah dipercaya untuk menyalurkan KUR Syariah.
Sejak di-launching November 2023, antusiasme masyarakat terhadap KUR Syariah Bank Jatim cukup tinggi.
”Dalam dua bulan pertama penyaluran, KUR Syariah Bank Jatim sudah bisa realisasi Rp 11,959 miliar. Kami optimistis KUR Syariah akan tumbuh pesat mengingat di Jatim banyak sekali pondok pesantren,” tambahnya.
Sementara itu, dalam paparannya, Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Gede Edy Prasetya menjelaskan, penyaluran KUR di Provinsi Jatim sejak Januari 2023 sampai dengan 31 Desember 2023 telah mencapai Rp 39,9 triliun dan telah disalurkan kepada 777.659 debitur. ”Angka ini terbesar kedua secara nasional,” ucapnya.
Adapun porsi terbesar penyaluran KUR di Jawa Timur selama 2023 berada di sektor perdagangan (42,09 persen), pertanian (34,47 persen), dan jasa-jasa (13,86 persen).
Gede mengatakan, Bank Jatim menjadi penyalur KUR terbesar keempat di Jatim dengan total penyaluran sebesar Rp 2,76 triliun kepada 21.842 debitur.
”Kami sangat mengapresiasi kinerja penyaluran KUR Bank Jatim yang terus tumbuh positif. Untuk tahun 2024, total plafon penyaluran KUR Bank Jatim berada di angka Rp 3,75 triliun. Rinciannya, KUR konvensional Rp 3,4 triliun dan KUR Syariah Rp 306 miliar,” paparnya.
Untuk di tingkat nasional, Gede menuturkan, realisasi KUR Januari – Desember 2023 sebesar Rp 260,09 triliun dan diberikan kepada 4,64 juta debitur.
”Penyaluran KUR selama 2023 berdasarkan jenis yaitu KUR Super Mikro (1,71 persen), KUR Mikro (64,16 persen), KUR Kecil (34,12 persen), dan KUR Penempatan PMI (0,0122 persen),” ucapnya.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Gede Edy Prasetya, Direktur Kelembagaan dan Pelayanan PT Jamkrindo (Persero) Abdul Bari, Pemimpin Wilayah 4 Jatim Askrindo I Gede Putra Wijaya, Pjs. Vice President Kredit Mikro Bank Jatim Teguh Sunyoto, Pjs. Vice President Kredit Ritel dan Menengah Bank Jatim Firman Iswahyudi M, serta Para Pemimpin Cabang Bank Jatim. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari