Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

November, Kredit Modal Kerja Tumbuh Paling Moncer

Nurista Purnamasari • Selasa, 26 Desember 2023 | 14:20 WIB
BERPERAN: Sektor peternakan menjadi salah satu sektor yang berkontribusi dalam penyaluran kredit modal kerja.
BERPERAN: Sektor peternakan menjadi salah satu sektor yang berkontribusi dalam penyaluran kredit modal kerja.

SURABAYA – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan pada November 2023 tumbuh positif.

Total penyalurannya mencapai Rp 6.930,1 triliun, atau tumbuh 9,7 persen (year-on-year/yoy). Angka tersebut meningkat 8,7 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya.

Perkembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit pada debitur korporasi sebesar 9,9 persen (yoy) dan debitur perorangan 9,3 persen (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menuturkan, berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan penyaluran kredit pada November 2023 dipengaruhi oleh perkembangan kredit modal kerja, kredit investasi, maupun kredit konsumsi.

“Kredit modal kerja pada November 2023 tumbuh sebesar 10,2 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,0 persen (yoy),” ujarnya dalam laporan Uang Beredar Bank Indonesia, dikutip Selasa (25/12).

Perkembangan kredit modal kerja bersumber dari pertumbuhan sektor keuangan, real estate, jasa perusahaan, sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan.

Kredit investasi pada November 2023 tumbuh 9,4 persen (yoy), stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya.

Kredit ini terutama bersumber dari sektor industri pengolahan serta sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan.

Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh sebesar 9,1 persen (yoy) pada November 2023, stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya.

“Kredit ini terutama didorong oleh perkembangan kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit multiguna,” imbuh Erwin.

Untuk penyaluran kredit properti tumbuh 7,8 persen (yoy) pada November, setelah tumbuh 7,3 persen (yoy) pada Oktober 2023.

Terutama berasal dari pertumbuhan KPR dan KPA (12,2 persen) serta kredit real estate (10,4 persen).

Sementara itu, kredit konstruksi terkontraksi 0,3 persen (yoy) pada periode laporan. Setelah bulan sebelumnya terkontraksi 1,0 persen.

Penyaluran kredit kepada UMKM pada November 2023 tumbuh 8,5 persen (yoy), setelah tumbuh 8,3 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Pertumbuhan penyaluran kredit UMKM terutama pada kredit UMKM skala mikro (24,5 persen).

“Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit UMKM di November 2023 dipengaruhi oleh kredit investasi (20,8 persen) dan modal kerja (4,8 persen),” pungkas Erwin. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#bank indonesia #penyaluran kredit perbankan #modal kerja