SURABAYA - Setelah sukses dalam bisnis pembiayaan mobil dan motor, kini PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) tengah intensif menggarap segmen pengusaha yang memerlukan modal kerja dengan agunan properti. Hal ini sebagai bagian dari ekspansi bisnis BFI.
Property Backed Finance Product Head BFI Finance Desliana Sidabutar mengatakan, sebenarnya produk pinjaman beragunan sertifikat properti ini sudah dipasarkan sejak tahun 2012. Namun baru masif dipasarkan mulai tahun 2017.
Pihaknya melihat Surabaya dan Jatim sebagai market yang sangat potensial untuk produk baru ini. Karena Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia sehingga kebutuhan untuk modal kerja, investasi maupun konsumtif bagi kalangan pengusaha juga lebih besar.
“Karena itu selama tujuh hari ini kami melakukan campaign tentang produk kami yang baru ini. Dan puncaknya pada Minggu (17/12), kami adakan acara BFI Ride & Dance Fitness Festival di G-Walk CitraLand. Karena kawasan ini sangat pas dengan segmen market kami,” kata Desliana, Minggu (17/12).
Dia sangat yakin produk baru ini akan mendapat respons positif dari nasabah. Pasalnya, di Surabaya Barat khususnya di CitraLand dan sekitarnya banyak pengusaha yang tentu memerlukan tambahan modal kerja atau investasi untuk mengembangkan bisnisnya.
Apalagi saat ini pihaknya juga memberikan penawaran sangat menarik, yakni pengajuan pinjaman modal kerja atau investasi dan konsumtif hingga 29 Februari 2024 nanti, bunganya hanya 0,69 persen per bulan flat dengan tenor hingga tujuh tahun. Nilai pinjaman mulai Rp 1-5 miliar.
Penawaran special rate ini berlaku untuk calon debitur di empat kantor cabang BFI di Jatim yakni, Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Malang. Selama ini respons market cukup bagus. Banyak yang tanya-tanya namun mereka masih perlu waktu untuk memutuskan.
“Untuk produk pinjaman beragunan properti ini, kami memberikan pinjaman mulai Rp 100 juta hingga Rp 5 miliar. Namun secara umum, yang sudah berjalan selama ini, rata-rata pinjaman yang kami berikan Rp 500 juta,” tambahnya.
Desliana mengaku, selama ini pinjaman modal kerja dan investasi dengan agunan sertifikat properti seperti rumah, ruko dan rukan, didominasi bank. Namun masih ada celah market yang bisa digarap. Sebab bank biasanya persetujuannya lama. Sementara kalau pindah ke BPR kena bunga yang lebih tinggi.
BFI Finance hadir di antara bank dan BPR. Pihaknya akan memberikan approval dalam tempo singkat tiga hari. Setelah proses disetujui, maka dalam waktu paling lama lima hari uang akan ditransfer ke debitur dengan bunga sedikit di atas bank namun jauh lebih murah bila dibandingkan dengan BPR.
“Kami sangat yakin tahun 2024 produk pinjaman beragunan properti akan growth 30 persen dari achievement tahun 2023. Sebab, ekonomi akan tumbuh lebih baik sehingga kebutuhan modal kerja dan investasi juga meningkat. Dan sejak kuartal 4 2023, progresnya sangat bagus,” tutup Desliana. (fix/nur)
Editor : Nurista Purnamasari