Kurangi Ketergantungan BBM, Pemerintah Bangun Ekosistem Motor Listrik MOLINAS

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:37 WIB
Presiden Prabowo resmi meluncurkan MOLINAS (Ekosistem Motor Listrik Nasional) di Cikarang. Langkah strategis ini dorong hilirisasi, kurangi impor BBM, dan serap tenaga kerja.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di pabrik ALVA, Cikarang, Bekasi, Kamis (13/8/2026), untuk perkuat industri EV dalam negeri.

RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (13/8/2026). 

Langkah strategis ini dilakukan pemerintah untuk memperkuat industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) nasional secara terintegrasi.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa dalam agenda tersebut Presiden meninjau langsung fasilitas produksi, menerima laporan pengembangan MOLINAS, serta menyaksikan penandatanganan komitmen bersama para pemangku kepentingan industri otomotif.

Baca Juga: Sinergi OJK dan Kementerian UMKM, Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.948 Triliun

"MOLINAS bukan sekadar peluncuran satu merek atau model kendaraan, melainkan ekosistem nasional yang mencakup berbagai sektor pendukung," ujar Prasetyo melalui keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).

Prasetyo merinci, ekosistem MOLINAS mencakup pengembangan manufaktur, komponen baterai, infrastruktur stasiun pengisian dan penukaran baterai (charging & battery swapping), pembiayaan, hingga layanan purnajual.

Untuk memastikan kolaborasi berjalan optimal, pemerintah menunjuk PT Len Industri sebagai lead integrator. PT Len Industri bertugas mengorkestrasi berbagai pemangku kepentingan agar target hilirisasi industri dan peningkatan rantai pasok dalam negeri dapat tercapai.

Baca Juga: Ekonomi RI Tetap Tangguh, Indeks Keyakinan Konsumen Juli 2026 Stabil

Lebih lanjut, proyek ini diarahkan untuk membuka lapangan kerja baru, melibatkan partisipasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi. 

Di sektor ketahanan energi, pengembangan motor listrik massal ini diharapkan mampu menekan angka ketergantungan Indonesia terhadap impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pemerintah menegaskan bahwa peresmian ini hanyalah titik awal. Prasetyo menggarisbawahi pentingnya tindak lanjut pasca-peluncuran agar ekosistem berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Genjot Pariwisata, Pemkot Surabaya Integrasikan Konsep MICE dan City Tour

"Setelah kegiatan peresmian, hal yang penting adalah memastikan pengembangan industri, rantai pasok, infrastruktur, pembiayaan, serta penyerapan pasar dapat berjalan secara terintegrasi," tegasnya.

Melalui MOLINAS, pemerintah menargetkan peningkatan nilai tambah industri dalam negeri yang mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas, bukan sekadar berhenti pada acara seremoni peresmian.

Baca Juga: Aplikasi Google Gemini Tembus 1 Miliar Pengguna, Susul Pencapaian ChatGPT

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
molinas cikarang motor listrik Presiden Prabowo impor BBM