radarsurabayabisnis.id - Foto lawas Bus PIC NIC Surabaya yang diabadikan pada 1938 kembali mengingatkan perjalanan panjang sejarah transportasi darat di Kota Pahlawan. Armada milik NV Tan Luxe Omnibusdienst itu pernah menjadi salah satu tulang punggung angkutan antarkota di Jawa Timur sebelum hadirnya jaringan transportasi modern.
Perusahaan otobus tersebut didirikan pada 1923 dengan kantor pusat di Werfstraat 35, Soerabaia, yang kini dikenal sebagai Jalan Jembatan Merah. Seiring perkembangan usaha, perusahaan juga membuka kantor operasional di kawasan Jalan Kranggan, Surabaya, yang menjadi titik keberangkatan sejumlah trayek bus antarkota.
Melayani Rute Surabaya hingga Malang
Pada masanya, Bus PIC NIC melayani berbagai rute penting dari Surabaya menuju Malang, Kediri, Jombang, dan Lamongan. Jalur tersebut menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin bepergian antarkota di Jawa Timur.
Dalam foto tahun 1938, tampak sebuah armada dengan desain khas bus era kolonial. Mesin kendaraan berada di bagian depan atau moncong bus, sementara sejumlah calon penumpang terlihat mengantre di samping kendaraan. Di bagian depan juga terlihat papan informasi yang memuat trayek operasional perusahaan.
Baca Juga: Video Ojol Main Ayunan dari Akar Pohon di Surabaya Viral, Warganet: Bahagia Itu Sederhana
Jalan Kranggan Pernah Jadi Pusat Transportasi
Berdasarkan berbagai catatan sejarah dan kesaksian warga, garasi sekaligus kantor operasional NV Tan Luxe Omnibusdienst berada di kawasan Jalan Kranggan. Pada masa itu, kawasan tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas transportasi darat di Surabaya.
Lokasi tersebut ramai didatangi masyarakat yang hendak bepergian ke berbagai kota di Jawa Timur menggunakan layanan bus antarkota.
Berganti Nama Menjadi PO Tegoeh Lantjar
Memasuki era kemerdekaan sekitar dekade 1950-an hingga 1960-an, NV Tan Luxe Omnibusdienst berganti nama menjadi PO Tegoeh Lantjar. Perusahaan tetap melayani angkutan penumpang di berbagai wilayah Jawa Timur dan menjadi bagian dari perkembangan transportasi darat di Indonesia.
Baca Juga: Bus Sekolah Gratis di Sidoarjo Segera Beroperasi, Ini 5 Rute yang Disiapkan
Bagi masyarakat yang pernah menikmati perjalanan menggunakan armada tersebut, Bus PIC NIC menghadirkan kenangan tersendiri. Bus bermesin depan, pintu masuk di sisi kiri depan, serta kabin sederhana menjadi ciri khas angkutan umum pada masanya.
Kini, armada tersebut memang telah lama menghilang dari jalanan Surabaya. Namun, foto-foto lawas Bus PIC NIC tetap menjadi saksi bisu perkembangan transportasi Kota Pahlawan sekaligus pengingat bagaimana layanan angkutan antarkota pernah tumbuh dan berkembang sejak era kolonial Belanda.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya