radarsurabayabisnis.id - Sebuah video yang memperlihatkan dua pengemudi ojek online (ojol) bermain ayunan menggunakan akar pohon di bawah viaduk dekat Stasiun Gubeng, Surabaya, viral di media sosial. Aksi sederhana itu mengundang ribuan respons warganet yang menilai para pengemudi tengah melepas penat di sela menunggu pesanan.
Video tersebut diunggah melalui akun TikTok @ojol.kph. Dalam rekaman itu terlihat dua pria berseragam ojol bergantian berayun menggunakan akar pohon sambil tertawa lepas. Di sekitar lokasi tampak sejumlah pengemudi ojol lain sedang menunggu order.
"Hayo iki boloe sopo rek...?? Tolong kondisikan," tulis akun pengunggah disertai emoji tertawa.
Baca Juga: Kolaborasi Petrokimia Gresik dan Kemenko Pangan Bagikan 600 Paket Sembako untuk Ojol dan Nelayan
Warganet Sebut Bahagia Tak Harus Mahal
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan dan menganggap aksi itu sebagai cara sederhana menghilangkan penat setelah berjam-jam menunggu pesanan.
"Bahagia itu sederhana. Sehat-sehat ya kalian pejuang rupiah, walaupun rupiah lagi melemah," tulis akun callme_isss.
Komentar serupa juga disampaikan akun Susiyati123.
"Paksu ojol, sehat-sehat semua para pejuang keluarga," tulisnya.
Tak sedikit pula yang menanggapi video tersebut dengan candaan.
"Sementara belajar jadi Tarzan, cek tambah kuat ngadepi beban kehidupan," komentar akun diahmaimunah1.
Baca Juga: Bertemu Menteri UMKM, Mayoritas Ojol Mantap Pilih Jadi Bagian Usaha Mikro
Dianggap Menghibur, tetapi Tetap Berisiko
Di balik gelak tawa yang menghibur, beberapa warganet mengingatkan agar aksi tersebut tidak ditiru karena berpotensi membahayakan keselamatan.
"Pokok ojo digae gantung cak," tulis akun Pocari swett.
Video tersebut menjadi potret keseharian para pengemudi ojol yang memanfaatkan waktu luang di sela menunggu pesanan dengan cara sederhana untuk mengusir kejenuhan.
Meski demikian, bermain ayunan menggunakan akar pohon tetap memiliki risiko. Jika akar patah atau tidak cukup kuat menopang beban, penggunanya dapat terjatuh dan mengalami cedera. Karena itu, masyarakat diimbau tetap mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di ruang publik.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya