RADAR SURABAYA BISNIS — Industri otomotif nasional mencatatkan tren positif pada paruh pertama tahun 2026. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil baru secara wholesales (pabrik ke dealer) maupun retail (dealer ke konsumen) mengalami kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan data resmi Gaikindo per Juli 2026, total distribusi wholesales sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 436.564 unit.
Angka ini meningkat 15,9 persen atau bertambah 59.857 unit dibandingkan semester I 2025 yang tercatat sebanyak 376.707 unit. Realisasi ini juga telah memenuhi sekitar 51,4 persen dari target tahunan Gaikindo sebesar 850.000 unit.
Baca Juga: Kabar Baik! Harga Pertamax Berpeluang Turun, Pemerintah Mulai Hitung Formula Baru
Sementara itu, dari sisi penjualan retail, total unit yang diserap pasar mencapai 433.848 unit pada enam bulan pertama 2026, naik 10,5 persen dibandingkan periode Januari–Juni 2025 sebanyak 392.778 unit.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menjelaskan bahwa pertumbuhan pasar otomotif nasional ditopang oleh maraknya peluncuran model kendaraan baru yang menawarkan desain, teknologi modern, serta harga yang semakin kompetitif.
"Makin banyak produk dengan desain, teknologi, dan harga yang sangat menarik. Peluncuran berbagai model baru berhasil menarik minat konsumen sehingga menopang pertumbuhan penjualan kendaraan hingga pertengahan tahun," ujar Jongkie.
Baca Juga: Tak Lagi Hanya Jual Bahan Mentah, Kopi dan Kakao Jawa Timur Bidik Pasar Dunia
Tren pertumbuhan ini juga tercermin kuat pada kinerja bulan Juni 2026. Penjualan wholesales Juni mencapai 77.550 unit, naik 12 persen dibandingkan Mei 2026 (69.219 unit) dan melonjak 32,9 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan Juni 2025 yang berada di angka 58.363 unit.
Dari segmen jenis kendaraan, mobil penumpang (seperti sedan, 4x2, dan SUV) mendominasi dengan kontribusi sebesar 74 persen atau sebanyak 332.410 unit.
Sementara kendaraan niaga (seperti bus dan truk) menyumbang 26 persen dengan total 114.154 unit.
Baca Juga: Kopi dan Kakao Jawa Timur Tembus Pasar Global, JCFF 2026 Catat Transaksi Rp92,45 Miliar
Dari peta persaingan merek, Toyota masih mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar nasional pada semester I 2026 dengan membukukan penjualan wholesales sebanyak 133.928 unit.
Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan perolehan 73.545 unit, disusul Suzuki (36.319 unit), Mitsubishi Motors (32.588 unit), dan produsen kendaraan listrik BYD yang masuk lima besar dengan penjualan 23.257 unit.
Kendati pasar mencatatkan hasil positif, Gaikindo mengingatkan adanya sejumlah faktor risiko yang berpotensi menahan laju pertumbuhan hingga akhir tahun.
"Isu suku bunga, pergerakan nilai tukar rupiah, dan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan yang perlu diwaspadai," jelas Jongkie.
Pemerintah sendiri terus berupaya mendukung iklim industri otomotif nasional melalui serangkaian insentif, seperti instruksi pembebasan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama untuk kendaraan listrik, serta perluasan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Baca Juga: Harga Telur Jatuh, Biaya Pakan Malah Naik, Peternak Jombang Terancam Rugi Besar
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis